Akibat Rentetan Ledakan Bom, Penjualan Ritel di Surabaya Menurun Drastis hingga 70 Persen

Peristiwa ledakan bom bunuh diri di Surabaya dan Sidoarjo secara berturut-turut memberikan dampak luar biasa terhadap pelaku pengusaha ritel.

Akibat Rentetan Ledakan Bom, Penjualan Ritel di Surabaya Menurun Drastis hingga 70 Persen
TRIBUNJATIM.COM/ARIE NOER RACHMAWATI
Koordinator Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Wilayah Indonesia Timur bersama Ketua Aprindo Jatim, Aprilia Wahyu Widarti usai konferensi pers terkait kondisi ritel di Surabaya pasca ledakan bom, Rabu (16/5/2018). 

Laporan wartawan TribunJatim.com, Arie Noer Rachmawati

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Peristiwa ledakan bom bunuh diri di Surabaya dan Sidoarjo secara berturut-turut memberikan dampak luar biasa terhadap pelaku pengusaha ritel.

Akibat peristiwa ledakan bom itu, penjualan di beberapa format ritel di Surabaya seperti supermarket, minimarket, hypermart, dan departemen store mengalami penurunan yang cukup drastis.

Koordinator Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Wilayah Indonesia Timur, Abraham Ibnu mengatakan, penjualan ritel yang terintegrasi dengan mall saja mengalami penurunan 70 persen.

Baca: Pasca Rangkaian Ledakan Bom di Surabaya dan Sidoarjo, Penjagaan Pintu Masuk Delta Plaza Diperketat

Sementara, ritel yang standing alone mengalami penurunan omzet mencapai 50 persen.

"Biasanya di hari Jumat, Sabtu, dan Minggu penjualan ritel yang ada di mall itu mencapai 500-600 juta per harinya. Akibat peristiwa ledakan bom itu, omzet perhari hanya mencapai 100-150 juta," terangnya pada saat konferensi pers di Jalan Manyar Kertoarjo Surabaya, Rabu (16/5/2018).

Kendati demikian, Ibnu mengatakan, proses recovery pasca ledakan bom di Surabaya dinilai sangat penting.

Baca: Kumpulan Lengkap Niat Puasa Ramadan, Doa Berbuka, Niat Salat Sunat Tarawih dan Witir, Simak Hukumnya

"Tak hanya recovery terkait bangunan, akan tetapi juga mental dan psikis masyarakat. Kami juga sangat berterima kasih kepada pihak kepolisian yang secara gerak cepat memastikan wilayah Surabaya aman," ujarnya.

Ibnu beserta para pelaku usaha ritel yang tergabung dalam Aprindo juga berharap, masyarakat tidak perlu khawatir dan takut keluar rumah lagi.

Sebab, kini keamanan di pusat perbelanjaan lebih ditingkatkan.

Baca: Tangis Keluarga Pecah Saat Barang Kesayangan Evan dan Nathan Ikut Disematkan di Peti

"Ini semua kami lakukan demi kenyamanan masyarakat. Supaya mereka aman juga bisa gairah kegiatan belanja kebutuhan berangsur normal kembali," pungkasnya.

Penulis: Arie Noer Rachmawati
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help