Belasan Ribu Narkoba Dimusnahkan, RT/RW Diwarning Peloti Kegiatan Warga

Warning terhadap para ketua RT/RW ditegaskan saat pemusnahan belasan ribu narkoba oleh para pejabat.

Belasan Ribu Narkoba Dimusnahkan, RT/RW Diwarning Peloti Kegiatan Warga
SURYA/DIDIK MASHUDI
Ribuan narkoba jenis pil dobel L, sabu dan miras hasil ungkap Satgas Tumpas Narkoba dimusnahkan di halaman Mapolresta Kediri, Rabu (16/5/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Sebanyak 14.500 butir pil dobel L, sabu-sabu sebanyak 2,28 gram dan ribuan botol miras berbagai jenis hasil Operasi Tumpas Narkoba dimusnahkan di halaman Mapolresta Kediri, Rabu (16/5/2018).

Pemusnahan barang bukti narkoba dilakukan dengan cara dibakar di dalam tong. Pembakaran narkoba ini dilakukan pejabat Forkompimda dan perwakilan tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Sedangkan pemusnahan ribuan barang bukti botol miras dilakukan dengan cara digilas alat berat. Ribuan botol termasuk jeriken dimusnahkan bersama isinya cairan miras.

Kasus narkoba yang berhasil diungkap sebanyak 7 kasus, sedangkan kasus peredaran miras diungkap sebanyak 213 kasus. Ada 3.340 botol miras yang disita dan 39 jeriken isi 30 liter.

Rincian miras yang diamankan 1.591 liter Arak Jawa, 531 liter Oplosan, 17,2 liter Bir Balihay, 105 liter Vodka, 719,4 liter kunthul, 73,8 liter Bir Bintang, 121,6 liter Anggur Merah, 42,8 liter Guinness, 3,55 liter Wiskhi dan 79,8 liter untuk jenis lainnya.

Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2018 dilaksanakan sejak 1 April – 15 Mei 2018.

Pjs Wali Kota Kediri Jumadi berharap operasi yang dilakukan Polresta Kediri tidak akan berhenti, karena yang lebih penting melakukan langkah preventifnya.

Dihimbau kepada para tokoh agama untuk memberikan pemahaman kepada umat agar menghindari narkoba dan miras.

Peran aktif masyarakat dalam membantu aparat dengan mengaktifkan kembali fungsi pemerintahan terkecil yaitu RT/RW untuk mengamati kegiatan warga yang dinilai mencurigakan serta memberikan informasi kepada aparat pemerintah maupun kepolisian saat diduga terjadi kasus miras, narkoba dan terorisme yang belakangan ini marak diberitakan.

Kapolresta Kediri AKBP Anthon Haryadi menjelaskan, para pengoplos miras bakal dijerat dengan UU Perlindungan Konsumen dan UU Pangan. Sedangkan penjualnya masih dikenakan denda tindak pidana ringan (tipiring).

"Permintaan miras di pasaran masih banyak sehingga menyulitkan petugas dalam penindakan. Karena begitu ditindak di wilayah Kecamatan Pesantren, kembali muncul di wilayah Kecamaran Kota dan Mojoroto," jelasnya.

Masih lemahnya hukuman denda bagi pengedar miras membuat para penjual tidak kapok. Terlebih peminumnya kalau tidak mengganggu ketertiban tidak bisa ditindak. (Surya/Dim)

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help