Serangan Bom di Surabaya

Dibawa Densus 88 dari Tempat Kerja dan Rumah di Malang Diobok-obok, Arifin Ngaku Lega dan Memaafkan

Pria ini akhirnya buka suara dan blak-blakan tentang perlakuan Densus 88 terhadap dia dan keluarganya di Malang.

Dibawa Densus 88 dari Tempat Kerja dan Rumah di Malang Diobok-obok, Arifin Ngaku Lega dan Memaafkan
SURYA/BENNI INDO
M Arifin saat berada di rumahnya di Kabupaten Malang, Rabu (16/5/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - M Arifin akhirnya buka suara. Warga Jalan Kapi Sraba 11, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang ini sempat dibawa Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri untuk dimintai keterangan, Senin (14/5/2018).

Belakangan, ia tidak terbukti terlibat dalam jaringan teroris dan akhirnya dilepaskan.

Arifin membantah jika dia dan istrinya merupakan terduga teroris. Dirinya keukeuh tidak terlibat apapun dengan hal terorisme.

Ia menjelaskan, kalau istri berpakian tertutup atau bercadar hanya untuk syariat Islam. Dia juga menceritakan kronologis penangkapan istrinya di Surabaya.

"Saya ceritakan detailnya, Jumat kemarin istri saya memang ke Surabaya menemui mertua saya. Mertua saya mau umrah pada bulan Ramadan ini," ujarnya, Rabu (15/5/2018).

Terduga Teroris di Malang ini Sering Bawa Jeriken Tengah Malam, Saat Rumah Digeledah Astaga Ternyata

Menurut M Arifin, setelah bertemu orangtuanya, Rohaida berkunjung kerumah adiknya, Rosalina Afrida di Sidoarjo. Rohaida lalu mengantar anak Rosalina yang sakit menuju klinik Bhyangkara di Sidoarjo.

"Senin pagi kemenakannya sakit diantar ke klinik terdekat yaitu Klinik Bhayangkara di Sidoarjo sana. Tapi saat masuk ke klinik dengan menggandeng kedua kemenakanya justru istri saya diperiksa oleh polisi bersenjata lengkap. Mungkin karena istri saya dan adiknya cadaran jadi ditangkap," jelasnya.

Setelah diperiksa di klinik, Rohaida dibawa ke Polresta Sidoarjo untuk diinterogasi. Saat diinterogasi Rohaida memberi kabar ke suaminya.

Arifin menyebut Rohaidah memberi kabar jika ada kesalahpahaman yang membuat istrinya harus diperiksa.

Sebelum Beraksi Ngebom Sidoarjo, Istri Anton Sempat Sapa Tetangga di Kampung dan Bilang Begini

"Saya ditelepon katanya kena pemeriksaan karena waktu itu kan ada ledakan di Surabaya yang kebetulan pelakunya bercadar," sambung Arifin.

Halaman
123
Penulis: Benni Indo
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help