Serangan Bom di Surabaya

Dibawa Densus 88 dari Tempat Kerja dan Rumah di Malang Diobok-obok, Arifin Ngaku Lega dan Memaafkan

Pria ini akhirnya buka suara dan blak-blakan tentang perlakuan Densus 88 terhadap dia dan keluarganya di Malang.

Dibawa Densus 88 dari Tempat Kerja dan Rumah di Malang Diobok-obok, Arifin Ngaku Lega dan Memaafkan
SURYA/BENNI INDO
M Arifin saat berada di rumahnya di Kabupaten Malang, Rabu (16/5/2018). 

"Saya maafkan karena itu tugas polisi tapi saya memang meminta nama saya dan istri direhabilitasi," ujar Arifin.

Sebelumnya, Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung juga menegaskan kalau Arifin tidak terkait jaringan terorisme.

"Sepertinya memang tidak ada kaitannya dengan kasus teror. Tapi silahkan konfirmasi ke Mabes Polri atau Polda Jatim saja untuk lebih jelasnya," ujar Yade.

Ajak 4 Anaknya yang Bocah Bunuh Diri Bom 3 Gereja, Begini Perilaku Aneh Keluarga Dita dan Puji

Sedangkan Kepala Kantor Pos Malang Agus Aribowo mengatakan, Arifin banyak menghabiskan waktu dintempat kerja. Arifi bekerja di staf antaran khusus bagian PO BOX.

Melihat fakta itu, hampir tidak mungkin Arifin punya waktu lain. Apalagi mengurus soal jaringam terorisme.

Arifin sudah lama bekerja di Kantor Pos Malang, bahkan sebelum Agus menjadi kepala sejak setahun lalu.

"Pak Arifin menghabiskan waktu di tempat kerja," kata Agus.

Kata Agus yang habis didatangi polisi, Arifin tidak ada keterkaitannya baik unsur maupun jaringan terorisme.

Diajak Ortu Ngebom Polrestabes, Tubuh Bocah 7 Tahun ini Terlempar 3 Meter, Mukjizat Tuhan Datang

Sejauh yang ia tahu, Arifin adalah sosok bersahaja dan baik. Tidak ada hal-hal yang mencurigakan dari Arifin. Agus dan pegawai Kantor Pos berharap Arifin bisa kembali bekerja seperti biasa. (Surya/Benni Indo)

Penulis: Benni Indo
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help