Serangan Bom di Surabaya

Ditolak di Banyuwangi, Jenazah Bomber Gereja Surabaya Diterima Warga Magetan, Alasannya Mengejutkan

Jenazah keluarga bomber gereja di Surabaya tidak terlunta setelah ada warga yang mau menerima untuk dimakamkan di desa mereka.

Ditolak di Banyuwangi, Jenazah Bomber Gereja Surabaya Diterima Warga Magetan, Alasannya Mengejutkan
istimewa
Keluarga Dita Oepriarto dan kelurganya semasa hidup, pelaku pengeboman tiga gereja di Surabaya, Minggu (13/5/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Warga dan aparat Desa Krajan, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan bersedia menerima jenazah Puji Kuswati, bomber di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Surabaya, bersama kelima anggota keluarganya, suami dan empat anaknya untuk di makamkan di pemakaman umum desa setempat.

Sikap ini bertolak belakang dengan keluarga Puji Kuswati di Banyuwangi yang menolak jenazahnya untuk dimakamkan di Bumi Blambangan.

Pihak keluarga tidak menginginkan jenazah dimakamkan di Banyuwangi, karena Puji bukanlah warga Banyuwangi.

Meski dia memiliki hubungan kerabat dan orangtuanya juga tinggal di Banyuwangi, pihak keluarga tetap tak ingin jenazah dimakamkan di Banyuwangi.

Puji Kuswati yang Ajak 2 Anaknya Ngebom Gereja, Ternyata Anak Orang Terpandang di Banyuwangi

Apalagi Puji sudah sejak lama berpisah dengan keluarga di Banyuwangi, dan diasuh oleh bibinya di Magetan.

Kepala Desa Krajan Mujiono mengatakan, bumi dan isinya merupakan milik Tuhan YME, sehingga pihaknya dan warga tidak punya hak untuk menolak jika keluarga Puji Kuswati dimakamkan di desanya.

"Itulah yang jadi pertimbangan kami dan warga disini (Desa Krajan) bersedia menerima jenazah Puji Kuswati dan keluarganya," ujarnya kepada Surya, Rabu (16/5/2018).

Apalagi, sejak kecil hingga menempuh pendidikan di perguruan tinggi kesehatan di Surabaya, Puji Kuswati tinggal di Desa Krajan, bersama Pakde Rijan (80) dan almarhum Bude Sukar. Tepatnya di RT8/RW 2, Desa Krajan, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan.

Ajak 4 Anaknya yang Bocah Bunuh Diri Bom 3 Gereja, Begini Perilaku Aneh Keluarga Dita dan Puji

"Jadi bagaimanapun, Puji Kuswati warga kami, meski sudah lama berdomisili di Surabaya, tapi Pakde dan almarhum Budenya dini," jelas Mujiono.

Saat ini, pihaknya masih menunggu keputusan sepupu Puji Kuswati dari Jakarta. "Jadi tidaknya dimakamkan di sini ya tinggal menunggu berita dari sepupunya itu," katanya.

Halaman
12
Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help