Serangan Bom di Surabaya

Hindari Anak-anak Jadi Korban Terorisme, Kak Seto Sarankan Bentuk Satgas Anak di Tiap RT atau RW

Tragedi pengeboman yang terjadi di Surabaya dan Sidoarjo menjadi duka bagi Indonesia. Terlebih aksi terorisme itu melibatkan anak-anak.

Hindari Anak-anak Jadi Korban Terorisme, Kak Seto Sarankan Bentuk Satgas Anak di Tiap RT atau RW
TRIBUNJATIM.COM/TRIANA KUSUMANINGRUM
Seto Mulyadi (Kak Seto) beserta jajaran Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) kunjungi anak-anak pelaku peledakan bom di Surabaya, Rabu (16/5/2018) 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Triana Kusuma

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Tragedi pengeboman yang terjadi di Surabaya dan Sidoarjo menjadi duka bagi Indonesia.

Terlebih aksi terorisme itu melibatkan anak-anak.

Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi atau Kak Seto beserta jajaran LPAI kunjungi anak-anak dari pelaku peledakan bom di Surabaya yang dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim, Rabu (16/5/2018).

Baca: Fakta Peledakan Bom di Polrestabes Surabaya, Bonceng Anak hingga Temuan 54 Bom Berdaya Ledak Tinggi

"Kita fokus pada pendekatan-pendekatan pemulihan. Kalau ada yang minta boneka ya kita kasih, artinya kita kembalikan pada dunia anak-anak dunia bermain, bahkan beberapa ada yang bertanya boleh bermain? Karena mungkin tanpa disadari penuh tekanan, jadi kadang tidak menyadari hak bergaul dan bermain anak," ujar Seto Mulyadi usai jenguk anak-anak korban ledakan bom.

Untuk menghindari hal serupa di lingkungan masyarakat, ada beberapa hal yang bisa dilakukan di masyarakat, di antaranya adalah peduli terhadap lingkungan sekitar.

"Yang paling penting pemberdayaan masyarakat, terutama ditingkat RT dan RW, mungkin tetangga tidak keluar 'bodo amat'. Tidak adanya sosialisai itu tentu berbahaya," ujar kak Seto Mulyadi.

Baca: Kunjungi RS Bhayangkara, Kak Seto Apresiasi Kinerja Penanganan Anak Korban Terorisme di Surabaya

Pria yang akrab disapa Kak Seto itu mengatakan, perlunya pembelajaran agama yang penuh kasih sayang dan perdamaian.

Juga jangan sampai memberikan pembelajaran yang berbau kejahatan.

"Kalau perlu ada satgas perlindungan anak di setiap RT atau RW, mungkin bisa dimulai dari Surabaya, mungkin ada hari tanpa gadget tanpa TV kemudian anak-anak diajak bermain di luar, bermain bersama, seperti gobak sodor, engklek dan itu yang kita mulai 4 mei 208 lalu," Kak Seto.

Baca: Mulai Waktu hingga Menu, Intip Nih Sahur ala Rasulullah SAW, Patut Ditiru Nih!

Penulis: Triana Kusumaningrum
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved