Serangan Bom di Surabaya

Hujan Air Mata Iringi Penghomatan Terakhir untuk Evan, Korban Bom Gereja si Jagoan Matematika

Si jagoan matematika yang korban bom gereja di Surabaya ini telah pergi selamanya diiring hujan bah air mata.

Hujan Air Mata Iringi Penghomatan Terakhir untuk Evan, Korban Bom Gereja si Jagoan Matematika
TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL ARIFIN
Prosesi penghormatan terakhir kepada Vincentcius Evan dan Nathanael korban bom gereja Surabaya di rumah persemayaman Adi Jasa, Demak, Surabaya, Rabu (16/5/2018). 

Teman satu sekolah Evan yang datang, Aimee Febriani Susetyo mengaku kaget dan sedih saat mendengar kabar duka.

"Saya tidak menyangka waktu itu mendengar kabar Evan telah tiada," ungkapnya.

Ia menceritakan, di sekolah Evan di kenal sosok yang sangat baik hati dan ramah. Evan juga sering kali membantu gurunya. "Selain guru, Evan selalu membantu temannya yang sedang kesusahan," katanya.

Korban Tewas Pertama yang Teridentifikasi, Astaga Ternyata Seorang Bocah, Sedang Adiknya Kritis

Menurut Aimee, Evan termasuk murid yang cerdas dan pintar dalam pelajaran matematika. "Semoga Evan di terima di sisi Tuhan," doanya.

Jefferson Randy teman Evan lainnya membenarkan pernyataan Aimee, bahwa Evan pintar dalam pelajaran matematika.

"Nilai Matematika Evan 100," tegasnya.

Jefferson mengaku kehilangan Evan, sebab Evan adalah teman bermainnya. "Kalau di sekolah main zombie-zombiean lalu main game Mobile Legend bareng, Evan anaknya pintar," terangnya.

Turut hadir pula Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait untuk memberikan penghormatan terakhir dan support kepada keluarga Evan dan Nathan.

Cari Cucunya yang jadi Korban Bom, Pria ini Gemetar saat Datangi Gereja Kristen Indonesia

Setelah memberikan penghormatan terakhir, Arist mengomentari aksi bom bunuh diri yang mengikutserakan anak-anak dibawah umur.

"Ini adalah modus baru yang harus diwaspadai. Komnas Perlindungan anak sudah mengingatkan hal itu dua tahun yang lalu bahwa kelompok radikal yang melibatkan anak ini sudah bangkit," tegasnya.

Halaman
123
Editor: Mujib Anwar
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help