Semarak Ramadan 2018

Megengan Agung Puasa, Warga Magetan Santap Seribu Ambeng

Banyaknya ambeng menjadi tradisi luar biasa di Magetan menyongsong datangnya bulan ramadan.

Megengan Agung Puasa, Warga Magetan Santap Seribu Ambeng
SURYA/RAHADIAN BAGUS
Ribuan nasi ambeng disantap bersama-sama di acara Megengan di Kabupaten Magetan, Rabu (16/5/2018). 

Setelah seluruh hidangan habis disantap, kemudian dilanjutkan dengan saling berjabat tangan, dan saling memohon maaf, sembari diiringi salawat dan musik rebana.

Sekretaris PCNU Magetan, Sudarto menuturkan, Megengan Agung merupakan tradisi islam nusantara dan juga budaya Jawa. Acara ini digelar menjelang Ramadan yang digelar maayarakat Islam Jawa sebagai wujud syukur atas datangnya Bulan Suci Ramadan.

"Setiap tahun, menjelang bulan Ramadan digelar Megengan Agung sebagai wujud kegembiraan dan syukur," kata Sudarto.

Dalam acara Megengan, selain Nasi Ambeng, masyarakat membawa Apem dan juga Puro. Apem, kata Sudarto berasal dari bahasa Arab, Afwun yang artinya meminta maaf.

Sedang puro berasal dari kata pangapuro yang berarti memaafkan. Puro merupakan makanan yang berbahan dasar tepung beras dan gula merah, yang dibungkus pisang menyerupai nogosari.

"Ini sudah menjadi budaya, sebelum puasa saling meminta maaf kepada sesama dan juga orangtua,"katanya.

Pada akhir acara, dilakukan tabuh beduk yang merupakan simbol dimulainya Bulan Ramadan. (Surya/Rbp)

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help