Pelaku Usaha Ritel Akui Kena Imbas Drastis Akibat Ledakan Bom di Surabaya dan Sidoarjo

Sejumlah pelaku usaha ritel mengaku mendapat imbas yang cukup drastis akibat ledakan bom di Surabaya dan Sidoarjo.

Pelaku Usaha Ritel Akui Kena Imbas Drastis Akibat Ledakan Bom di Surabaya dan Sidoarjo
TRIBUNJATIM.COM/ARIE NOER RACHMAWATI
Konferensi pers Aprindo terkait kondisi ritel pasca ledakan bom di Surabaya sekaligus jelang Ramadan di Jalan Manyar Kertoarjo Surabaya, Rabu (16/5/2018). 

Laporan wartawan TribunJatim.com, Arie Noer Rachmawati

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Terjadi ledakan bom bunuh diri secara beruntun di tiga gereja di Surabaya pada Minggu (13/5/2018) pagi lalu.

Disusul malam hari, terjadi ledakan bom di Rusunawa Wonocolo Sidoarjo.

Tak berhenti di situ, sehari kemudian terjadi ledakan bom di Mapolrestabes Surabaya.

Akibat peristiwa beruntun itu, sejumlah pelaku usaha ritel seperti Indomaret, Alfamart, Matahari Departemen Store, Hypermart, dan Pakuwon Food Junction mengaku mendapat imbas yang cukup drastis.

Baca: Kumpulan Lengkap Niat Puasa Ramadan, Doa Berbuka, Niat Salat Sunat Tarawih dan Witir, Simak Hukumnya

Branch Manager Indomaret Cabang Gresik yang membawahi wilayah Surabaya, Veronica Gratiawati, mengatakan ada 10 outlet Indomaret yang berada di tiga gereja yang terjadi ledakan bom.

"Ada 10 outlet kami yang jaraknya sangat dekat dengan ketiga gereja itu. Akibat peristiwa itu, penjualan di outlet kami mengalami penurunan 20-30 persen. Malah, ada outlet kami yang baru buka namun sudah di police line," ungkapnya pada saat konferensi pers Aprindo di Jalan Manyar Kertoarjo Surabaya terkait kondisi ritel pasca ledakan bom, Rabu (16/5/2018).

Veronica melanjutkan, padahal H-7 dan H-3 menjelang bulan Ramadan penjualan harusnya meningkat.

Sebab, sebesar 40 persen rapor penjualan selama setahun berada di momen puasa dan Lebaran.

Baca: Akibat Rentetan Ledakan Bom, Penjualan Ritel di Surabaya Menurun Drastis hingga 70 Persen

Senada dengan Veronica, Regional Manager Jatim Matahari Departemen Store Hendri Lismono mengatakan, traffic pengunjung di Matahari Departemen Store di Tunjungan Plaza Surabaya juga mengalami penurunan sangat drastis.

"Biasanya rata-rata traffic pada pukul 2 siang itu mencapai 2 ribu. Namun, dua hari ketika peristiwa ledakan bom itu traffic turun angkanya tidak sampai 500. Penjualan juga turun 70-80 persen," ungkapnya.

Kondisi serupa juga dialami Alfamart yang mengalami penurunan penjualan sekitar 40-45 persen.

Sementara, pengunjung Hypermart mengalami penurunan dan Pakuwon Food Junction banyak membatalkan beberapa acara.

Baca: Mulai Waktu hingga Menu, Intip Nih Sahur ala Rasulullah SAW, Patut Ditiru Lho!

Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Jawa Timur, Aprilia Wahyu Widarti mengatakan, pihaknya mengimbau masyarakat supaya tidak lagi khawatir untuk melakukan kegiatan sehari-hari di luar rumah.

"Apalagi kegiatan belanja kebutuhan ke mall atau kerumunan massa. Kami berharap mudah-mudahan gairah masyarakat untuk berbelanja kembali normal. Kami juga meningkatkan keamanan dengan pengecekan di pintu masuk tiap mall sebagai bentuk antisipasi keamanan terhadap masyarakat," tandasnya.

Penulis: Arie Noer Rachmawati
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved