Pilgub Jatim 2018

Lindungi Pasar Garmen Lokal, Khofifah Ingin Larang Barang C-Grade Masuk Jatim

Perlindungan garmen lokal di pasar Jawa Timur menjadi pokok perhatian calon Gubernur Jawa Timur nomor urut 1 Khofifah Indar Parawansa

Lindungi Pasar Garmen Lokal, Khofifah Ingin Larang Barang C-Grade Masuk Jatim
(Surya/Fatimatuz zahroh)
Calon gubernur Jawa Timur nomor urut 1 Khofifah Indar Parawansa kampanye menyapa masyarakat dengan berkunjung ke Pasar Pahing Rungkut, Kamis (17/5/201). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Perlindungan garmen lokal di pasar Jawa Timur menjadi pokok perhatian calon Gubernur Jawa Timur nomor urut 1 Khofifah Indar Parawansa.

Hal itu disampaikan Khofifah saat aktivitas kampanye di hari pertama bulan Ramadan. Ia tak hanya blusukan ke Pasar Pahing Rungkut Surabaya di hari pertama bulan puasa Ramadhan ini.

Namun wanita yang juga mantan Menteri Sosial ini juga blusukan menyapa masyarakat di Pasar Grosir Dupak Surabaya, Kamis (17/5/2018).

Ia sempat belanja baju, mukenah dan juga sejumlah perlengkapan untuk ramadhan dan lebaran. Dari aktivitas berburu baju untuk relawan dan juga untuk dirinya sendiri itu, ia mengamati bahwa ternyata di pasar lokal Jawa Timur masih banyak garmen impor yang berkualitas rendah atau disebut Khofifah C-grade. Barang-barang tersebut kualitasnya rendah dan sortiran yang tidak lolos quality control industri garmen.

Baca: Pramugari Cantik Ini Banjir Pujian Netizen Saat Unggah Caranya Salat Tarawih: Pengen Nyoba Juga

"Sebenarnya garmen kita sudah sangat kompetitif. Sepatu lokal dan juga sandal lokal juga sudah kometitif dari segi kualitas. Namun yang masih kita temukan meluber di pasaran adalah barang C-grade dari luar negeri, padahal sesuai aturan menjual barang C-grade itu tidak diperbolehkan," kata Khofifah.

Di berbagai negara maju, dikatakan Khofifah selalu ada proteksi. Misalnya Amerika, memproteksi untuk produk peternakannya, ayam. Begitu juga Asutralia dan Jepang.

"Artinya memproteksi produk yang bisa memberikan kesempatan bagi penguatan ekonomi lokal itu adalah kewajiban negara. Terutama bagaimana menyeiringkan dengan kesepakatan World Trade Organization," kata Khofifah.

Sebab tidak semua produk layak dihadapkan dengan persaingan harga. Negara manapun pasti memberikan perlindungan untuk produk daerahnya.

Misalnya, dicontohkan Khofifah bidang garmen. Produktivitas garmen Jatim dianggap Mantan Kepala BKKBN ini sudah sangat kompetitif.

Nah barang yang sudah memenuhi competitiveness itu, maka menurut Khofifah pemerintah harus memberikan perlindungan di tengah gempuran barang impor.

Baca: Anak Dilibatkan dalam Teror Bom, Khofifah Ingatkan Jangan Salah Pilih Guru Agama

Ia tak ingin semua produk impor diserahkan dengan mekanisme pasar. Khofifah khawatir beberapa produk lokal tidak mampu mengikuti untuk menyaingi produk impor.

"Termasuk barang C grade ini. Bagi masyarakat menengah ke bawah, beli barang baju yang penting baru dan bisa dipakai. Padahal barang C grade ini biasanya ada cacatnya, entah dijahitannya atau dimananya. Tapi faktanya barang seperti ini meluber," tandasnya.

Sehingga dikatakan Khofifah yang butuh diperkuat adalah mekaniske bea cukai Jawa Timur. Titik mana saja yang harus diproteksi, dan titik mana yang kran impornya harus dibuka.

"Kecuali garmen untuk yang memang branded, kelas tertentu beberapa memang membutuhkan, tapi itukan bukan sekmen perdagangan menengah ke bawah," pungkas Khofifah. (Surya/Fatimatuz zahroh)

Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved