Mantan Kepala Bappeda Gugat Wali Kota Kediri Rp 1 Miliar

Mantan Kepala Bappeda Kota Kediri Drs Soeprapto kembali mendaftarkan gugatan PMH yang dilakukan Wali Kota Kediri ke PN Kota Kediri

Mantan Kepala Bappeda Gugat Wali Kota Kediri Rp 1 Miliar
Ist
Ilustrasi 

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Mantan Kepala Bappeda Kota Kediri Drs Soeprapto kembali mendaftarkan gugatan perbuatan melawan hukum (PMH) yang dilakukan Wali Kota Kediri ke Pengadilan negeri (PN) Kota Kediri.

Dalam gugatannya Soeprapto menuntut ganti rugi materiil dan imateriil senilai Rp 1.075.513.600.

Moh Ridwan,SH pengacara Soeprapto menyebutkan, kerugian materiil kliennya senilai Rp 75.513.600, merupakan akumulasi kerugian gaji pokok sebagai PNS sebesar Rp 4.195.200 x 18 bulan. Sedangkan kerugian imateriil sebesar Rp 1 miliar.

"Tergugat tidak lagi memberikan hak - hak penggugat sebagai PNS tanpa dasar hukum dan jelas merupakan perbuatan melawan hukum," tandas Moh Ridwan, SH kepada Surya (Tribunjatim.com), Kamis (17/5/2018).

Baca: Anak Pelaku Pengebom Rusun Wonocolo yang Tolak Ajaran Radikal Orangtua Akan Dikembalikan ke Neneknya

Gugatan perbuatan melawan hukum yang dilakukan Walikota telah didaftarkan ke PN Kota Kediri 15 Mei 2018 dan mendapatkan register no :29/pdt.G/2018/PN Kota Kediri.

Kasus yang menimpa Soeprapto bermula dari putusan pengadilan tipikor Surabaya No 70/pid.sus/2011/PN Surabaya tertanggal 12 Desember 2011 yang menghukum penjara setahun.

Soeprapto sendiri telah menjalani hukuman penjara di lapas Kediri mulai 16-10-2016 sampai 14 - 8-2017.

Usai menjalani hukuman pidana Soeprapto sempat masuk kantor namun tidak diperbolehkan oleh Wali Kota. Soeprapto juga sempat menulis surat kepada Walikota tapi tidak mendapatkan tanggapan.

Malahan terhitung 9 April 2018 Soeprapto telah diberhentikan dengan tidak hormat sebagai PNS melalui SK Walikota No 880 /9/419.203/2018. Pemberhentian ini telah diajukan gugatan ke PTUN Surabaya.

Sementara gaji yang menjadi hak Soeprapto selaku PNS sudah tidak pernah diberikan lagi sejak menjalani hukuman di lapas Kediri.

"Pemberhentian gaji ini tanpa alasan yang dibenarkan oleh peraturan perundangan sehingga merugikan penggugat baik dari segi materiil dan imateriil," jelas Ridwan.

Baca: Sempat Disebut PSK, Shinta Bachir Akhirnya Ungkap Alasannya Nekat Buka Aurat, Alasannya Mulia

Sementara Apip Permana, Kabag Humas Pemkot Kediri saat dikonfirmasi Surya menjelaskan, terkait dengan gugatan Soeprapto masih belum menerima surat pemberitahuannya.

"Sejauh ini yang terkait dengan surat gugatan itu belum diterima. Namun, jika memang ada surat tersebut, pemkot akan menghormati serta mengikuti proses hukum yang berlaku," jelasnya.(dim)

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved