Pengalaman Ketua DKD Peradi Jatim Bareng Trimoelja D. Soerjadi Berjuang Tangani Kasus Marsinah

Ketua DKD Peradi Jatim, Peter Kalaway mengaku advokat saat ini sulit menggantikan peran dari almarhum Trimoelja D. Soerjadi.

Pengalaman Ketua DKD Peradi Jatim Bareng Trimoelja D. Soerjadi Berjuang Tangani Kasus Marsinah
TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL ARIFIN
Ketua dewan kehormatan Peradi, Peter Kalaway, saat berkunjung ke rumah duka Trimoelja D. Soerjadi, Kamis, (17/5/2018). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Samsul Arifin

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Ketua DKD Peradi Jatim, Peter Kalaway mengaku advokat saat ini sulit menggantikan peran dari almarhum Trimoelja D Soerjadi.

Alasannya, predikat advokat pejuang yang tersemat pada dirinya, tidak ada di era sekarang.

“Pejuang artinya punya idealisme yang tinggi, berani, dan mempertahankan pendapat apapun yang terjadi, langit runtuh pun ia tetap pada pendiriannya,” tegas Peter saat dikonfirmasi TribunJatim.com, Kamis, (17/5/2018).

Peter teringat pesan dari mendiang yang acap kali disampaikan saat rapat Peradi, untuk tidak takut pada penindasan dan membela kebenaran.

VIDEO: Kesan Para Sahabat Atas Kepergian Trimoelja D Soerjadi, Pengacara Pejuang HAM )

“Kalau kita benar, kita harus berani mempertahankan,” lanjut Peter yang menjabat Ketua Dewan Kehormatan Peradi sejak 2017 lalu.

Saat menjadi Ketua Dewan Kehormatan Peradi, mendiang memimpin dengan bagus, sehingga banyak sekali advokat yang didepak dari keanggotaan karena tidak menjadi nama baik Peradi.

“Saya setelah beliau merasa kesehatannya kurang baik saya ditunjuk untuk menggantikan,” ujarnya.

Pengalaman paling berkesan, kata Peter, bersama Pak Tri, dimana ia menangani kasus pahlawan buruh Marsinah, dimana Peter menjadi saksi dan Pak Tri menjadi kuasa hukumnya.

Trimoelja D Soerjadi Berpulang, Anak Sulung Ungkap Penyakit yang Diderita Sang Pengacara Kondang )

“Saya begitu kompak bersama beliau, ketika kami mengajukan pra peradilan ke kepolisian, saya mengatakan you jadi advokatnya, saya menjadi saksi, akhirnya dimenangkan,” kenangnya.

Meskipun, lanjutannya mereka tak lepas dari teror yang ada, akan tetapi demi membela kebenaran mereka tetap berjuang.

“Akhirnya Yudi klain kami bebas, kami juga mengikuti prinsip yang diilhami oleh Pak Tri, mendepak advokat yang melanggar kode etik,” pungkasnya.

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Edwin Fajerial
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved