Ruwet, Pengerjaan Proyek Jembatan Suryodilogo Bojonegoro Terus Molor Tak Sesuai Target

Molornya pengerjaan jembatan Suryodilogo, yang menghubungkan kota Bojonegoro-Trucuk makin berlarut-larut dan ruwet, hingga ...

Ruwet, Pengerjaan Proyek Jembatan Suryodilogo Bojonegoro Terus Molor Tak Sesuai Target
SURYA/M SUDARSONO
Jembatan Suryodilogo, Penghubung Kota Bojonegoro-Trucuk masih belum selesai, Kamis (17/5/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, BOJONEGORO - Molornya pengerjaan jembatan Suryodilogo, yang menghubungkan kota Bojonegoro-Trucuk makin berlarut-larut.

Jembatan tersebut, berdasarkan estimasi waktu pengerjaannya harusnya selesai pada 27 Desember 2017.

Namun, dalam kurun waktu tersebut proyek yang menelan anggaran puluhan miliar itu belum juga selesai, hingga diberi waktu tambahan sampai Maret.

Tambahan waktu yang diberikan tersebut tetap belum juga membuat PT Bintang Sembilan Indah, selaku kontraktor proyek bisa menyelesaikan pengerjaan fisiknya.

Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Bojonegoro Mohamad Fauzan mengatakan, pengerjaan jembatan tersebut memang molor dengan beberapa alasan yang disampaikan.

Setelah dilakukan rapat dengan Dinas PU Bina Marga, akhirnya disepakati bahwa pengerjaan jembatan akan diberi waktu tambahan.

"Kita sudah rapat April kemarin, hasilnya jembatan akan dikerjakan hingga 24 Juni harus selesai," ujar Fauzan saat dikonfirmasi Surya, Kamis (17/5/2018).

Menurut politisi dari Fraksi Partai Demokrat ini, saat rapat pihak dinas PU Bina Marga juga menyatakan kesiapan bahwa pengerjaan jembatan lengkung grider itu akan selesai 24 Juni.

Bahkan, Dinas PU Bina Marga menyatakan pada waktu yang ditetapkan tersebut jembatan sudah clean and clear, yang artinya jembatan sudah jadi dan siap dilalui.

"Pihak PU Bina Marga siap atas tambahan waktu yang diberikan, itu hasil rapat bulan lalu, sampai sekarang masih terus dikerjakan," bebernya.

Fauzan menambahkan, jembatan yang akan mempermudah akses kota Bojonegoro-Trucuk itu menelan anggaran hingga Rp 83 Miliar dari dari APBD 2016 dan 2017.

"Ya anggaran diperkirakan Rp 83 Miliar sampai sekarang, itu belum selesai. Dimungkinkan akan ada anggaran tambahan lagi sampai selesai (finishing)," tegasnya.

Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Bojonegoro, Andi Tjandra saat dikonfirmasi mengenai molornya jembatan Kota Bojonegoro-Trucuk tidak menanggapi.

Panggilan seluler, pesan SMS, maupun pesan melalui aplikasi WhatsApp yang dikirim reporter Surya juga tidak dijawab.(Surya/Nok)

Penulis: M Sudarsono
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help