Teriakan kata Ayah Terus Bersahutan saat Kapal Selam KRI Ardadedali Merapat di Surabaya

Puluhan anak dan istri TNI AL menyambut kedatangan misi KRI Ardadedali 404 di Surabaya, usai berlayar dari Korsel.

Teriakan kata Ayah Terus Bersahutan saat Kapal Selam KRI Ardadedali Merapat di Surabaya
SURYA/PIPIT MAULIDIYA
Anak-anak dan istri TNI AL bahagia usai menyambut ayah dan suaminya yang datang kembali di Surabaya bersama KRI Ardadedali 404, Kamis (17/5/2018), usai berlayar dari Korea Selatan. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Puluhan anak-anak dan istri TNI AL menyambut kedatangan ayah dan suami mereka yang ikut serta dalam misi KRI Ardadedali 404, usai berlayar dari Korea Selatan, sejak 30 April 2018 lalu.

Lambaian bendera merah putih di tangan-tangan mungil mereka, mengisyaratkan kapal segera merapat di Dermaga Kapal Selam Koarmada II Ujung, Surabaya, Kamis (17/5/2018).

Teriakan kata 'Ayah' pun terdengar bersahutan. Usai upacara penerimaan kapal selam, para ayah ini pun berhamburan menemui keluarga mereka satu persatu.

Suasana haru terlihat, anak-anak menangis memeluk erat ayah mereka. Para ayah ini pun tak kalah haru, menciumi wajah istri dan anak-anak yang sudah mereka tinggalkan cukup lama.

"17 bulan lebih 15 hari meninggalkan saya dan anak-anak. Saat itu saya hamil 8 bulan, saat melahirkan bapak tidak disamping saya, sekarang anak perempuan kami sudah balita," kata Agusri Rahayu, istri Mayor Adam, awak kapal selam KRI Ardadedali 404 larut dalam suasana haru.

KRI Ardadedali, Kapal Selam Kedua Pesanan Indonesia ke Korsel Datang, ini Kelebihan Daya Tempurnya

Hari Pertama Puasa, Harga Daging Ayam Buras dan Ras Langsung Melonjak Naik

Mayor Adam pun merasa bersyukur bisa kembali di tengah-tengah keluarga dalam keadaan sehat. Terlebih saat ini adalah momen pas buka puasa Ramadan pertama.

Dia pun menciumi anak perempuannya yang sudah mulai banyak bicara itu. Anak perempuan yang dia tinggalkan saat masih berada di kandungan, kala dia mendapatkan tugas ke Korea Selatan.

"Rasanya campur aduk sekarang, alhamdulillah senang sekali. Nanti kami bisa buka puasa bersama juga," katanya sambil memeluk sang putri, anak laki-laki, dan istrinya.

KRI Ardadedali 404, kapal selam ke dua pesanan Indonesia kepada Korea Selatan sandar di Dermaga Kapal Selam Koarmada II, Ujung, Surabaya, pada Kamis (17/5/2018) hari ini.

Jelang Meninggal Dunia, Pengacara Kondang Trimoelja Sempat Beri Pesan Khusus pada Keluarga

3 Tahun Jadi Budak Seks ISIS setelah Diculik, Gadis Souhayla Harus Layani Brutalnya Perkosaan 7 Pria

Kapal produksi Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME) Korea Selatan ini merupakan kapal selam type 209/400 DSME yang memiliki bobot 1.280 ton saat muncul di permukaan dan bobot menjadi 1.400 ton saat menyelam.

Menuju ke perairan Indonesia, KRI Ardadedali 404 berangkat dari dermaga galangan kapal DSME, Gyeongsang Selatan, Korea Selatan pada pada 30 April 2018 lalu meIintasi Iaut selama 17 hari.

Rute yang dilalui adalah Okpo (Korsel), Selat Korea, Perairan Jepang, Laut Cina Timur, Selat Luzon, Laut Cina Selatan, Selat Apo, Selat Cuyo, Laut Sulu, Selat Sibutu, Laut Sulawesi, Selat Makassar - Laut Jawa Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS) hingga akhirya merapat di Dermaga Koarmada II Surabaya. (Surya/Pipit Maulidiya)

Ajak 4 Anaknya yang Bocah Bunuh Diri Bom 3 Gereja, Begini Perilaku Aneh Keluarga Dita dan Puji

Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved