Serangan Bom di Surabaya

Risma Minta Saat Masuk Senin Depan, Siswa SD-SMP se-Surabaya Hanya Diajak Bermain

Dia juga berpesan kepada para guru agar masuk sekolah hari pertama, anak-anak tidak langsung menerima pelajaran.

Risma Minta Saat Masuk Senin Depan, Siswa SD-SMP se-Surabaya Hanya Diajak Bermain
ISTIMEWA
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sedang berbicara dengan para guru agama SD SMP se-Surabaya di Convention Hall Surabaya, Jumat (18/5/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Libur untuk siswa SD - SMP di Surabaya akan berlangsung hingga Senin (21/5) depan.

Pemerintah Kota Surabaya pun mengimbau seluruh guru-guru di Surabaya untuk tidak langsung memulai pelajaran, di hari pertama sekolah.

Saat bertemu para guru agama SD dan SMP se-Surabaya di Convention Hall Jalan Arief Rahman Hakim Surabaya, Jumat (18/5/2018), Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menitipkan pesan tersebut.

Baca: Srikandi Dishub Yang Boncengkan Risma Grogi Saat Wali Kota Minta Maaf Padanya

Baca: Risma Surati MUI Surabaya Soal Jenazah Pelaku Bom, Begini Jawaban MUI Jatim

Baca: Jarang Terekspos, Begini Sosok Suami Risma Wali Kota Surabaya, Terkuak Kisah Cintanya yang Manis

Baca: Lihat Risma Sujud Minta Maaf ke Takmir, Anak Buah Buka Penyebab Munculnya Undangan yang Bikin Geger

Para guru juga dihimbau untuk lebih banyak memberikan cerita tentang hidup bertoleransi, sesuai degan Pancasila.

"Saya ingin guru-guru agama ini menunjukkan contoh kehidupan bertoleran. Di dalam Pancasila ada hubungan dengan manusia dan hubungan dengan tuhan. Jadi bukan hanya hubungan dengan Tuhan yang kita hidupkan tapi hubungan antar manusia juga," kata Wali Kota Risma.

Kolase Risma dan undangan
Kolase Risma dan undangan (TribunJatim.com/ Nuraini Faiq)

Dia juga berpesan kepada para guru agar masuk sekolah hari pertama, anak-anak tidak langsung menerima pelajaran.

Melainkan mendapatkan hiburan seperti bernyanyi bersama, bersenang-senang, dan mendengarkan cerita kemanusiaan.

"Saya kemarin minta sementara pelajaran off dulu buat mereka senang supaya anak-anak tidak trauma," tambahnya.

Wali kota Risma juga mengaku akan memberikan pendampingan psikolog di setiap sekolah.

Wali Kota Risma ditenangkan Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan saat mendatangi lokasi ledakan di mapolrestabes.
Wali Kota Risma ditenangkan Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan saat mendatangi lokasi ledakan di mapolrestabes. (Twitter)

Dia bergarap minimal anak-anak di kota Surabaya tidak ada ketakutan untuk datang ke sekolah.

Selain itu Risma akan memantau betul murid-murid yang tidak menyukai pelajaran Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan atau PPKN.

"Saya sampaikan kepada pak menteri agar pelajaran PPKN bukan hanya apa arti merah putih, melainkan pancasila itu ada ketuhanan juga kemanusiaan. Kemanusiaan ini yang harus digenjot," tambahnya.

Menurut Wali Kota Risma, penting juga mengajarkan anak-anak sejarah yang telah dilalui Indonesia untuk memperoleh kemerdekaannya.

Anak-anak perlu diingatkan bahwa Indonesia punya sejarah yang dibangun dengan berdarah-darah, sehingga sangat tidak layak apabila melupakan sejarah.

“Saya mohon mengajarkan bahwa kita punya sejarah dan perjuangan yang sangat luar biasa. Kalau kita sekarang bisa menikmatinya, lalu melupakannya, berarti kita menjadi orang yang tidak tahu berterimakasih,” ujarnya. 

Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Adi Sasono
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help