Serangan Bom di Surabaya

Sempat Sepi Pengunjung Akibat Teror Bom, Mal Surabaya Kini Mulai Tunjukkan Gairah

Beberapa mal-mal di Surabaya sempat diberitakan sepi pengunjung sejak kejadian pengeboman tiga gereja Minggu, Tunjungan Plaza, Grand City M

Sempat Sepi Pengunjung Akibat Teror Bom, Mal Surabaya Kini Mulai Tunjukkan Gairah
TRIBUNJATIM.COM/NUR IKA ANISA
Bharawangsa Band, grup Band satuan Polrestabes Surabaya unjuk gigi di event Surabaya Urban Cultur di Jalan Tunjungan pada Sabtu (28/4/2018) 

 TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA – Beberapa mal-mal di Surabaya sempat diberitakan sepi pengunjung sejak kejadian pengeboman tiga gereja Minggu (13/5/2018), seperti Tunjungan Plaza, Grand City Mall dan Royal Plaza.

Hal ini dibenarkan oleh Sutandi, ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) pada press conference bersama Asosiasi Pengusaha Kafe dan Resto Indonesia (APKRINDO) di Four Points Hotel, Surabaya, Jumat (18/5/2018).

Ia menyebut pengunjung mal pada hari Minggu masih cukup normal hingga tengah hari, namun semakin menurun sampai hari Selasa (15/5/2018).

“Pada dua hari itu, boleh dibilang pengunjung mal tinggal 20% dari normalnya,” jelas Sutandi.

Akibatnya, target pendapatan mal pada bulan Mei ditakutkan tidak tercapai.

Baca: Penguburan Jenazah Teroris di Putat Jaya Alami Penolakan, Camat Sawahan Tidak Bisa Paksakan Warganya

Mereka menargetkan pendapatan 5 triliun rupiah dari Surabaya Fashion Festival.

Tetapi karena penjualan selama tiga hari terutama Senin dan Selasa turun 20%, target bisa saja meleset.

“Penurunan 20% itu hampir rata di semua mal Surabaya. Sampai hari ini yang paling tidak terpengaruh mungkin East Coast Center, mungkin karena letaknya di dalam lingkungan perumahan,” ujarnya.

Sutandi sendiri optimis mereka bisa melewati permasalahan ini, karena kondisi mal sudah membaik, utamanya dengan adanya pengetatan keamanan sehingga pengunjung bisa merasa lebih aman.

APPBI sejak kejadian pengeboman telah menginstruksikan mal-mal untuk memperketat prosedur keamanan mereka.

Halaman
12
Penulis: Delya Octovie
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help