Triwulan I 2018, PT Intiland Development Bukukan Pendapatan Usaha hingga Rp 709,2 Miliar

Pengembang properti Intiland berhasil meningkatkan hasil kinerja keuangan di tengah kondisi pasar properti sepanjang triwulan I tahun 2018.

Triwulan I 2018, PT Intiland Development Bukukan Pendapatan Usaha hingga Rp 709,2 Miliar
Tender-Indonesia.com
Intiland 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Arie Noer Rachmawati

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pengembang properti PT Intiland Development Tbk (Intiland) berhasil meningkatkan hasil kinerja keuangan di tengah kondisi pasar properti sepanjang triwulan I tahun 2018.

Berdasarkan hasil laporan keuangan yang berakhir 31 Maret 2018, Perseroan membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 709,2 miliar.

Melonjak sebesar Rp 310 miliar atau 78 persen dibanding perolehan periode tahun lalu yang mencapai Rp 398,7 miliar.

Sule Akhirnya Ungkap Kondisi Hubungannya Kini dengan Sang Istri Lina: Menjadi Pembelajaran Buat Saya

Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland, Archied Noto Pradono mengungkapkan, lonjakan pendapatan usaha perseroan terutama berasal dari peningkatan pengakuan pendapatan dari segmen pengembangan kawasan perumahan.

Kontribusi peningkatan bersumber dari pengakuan penjualan unit-unit rumah di kawasan perumahan, yakni Graha Natura di Surabaya dan Serenia Hills di Jakarta Selatan.

"Awal tahun ini menjadi momentum yang baik bagi pertumbuhan sektor properti. Meskipun, konsumen dan pasar masih cenderung mengambil sikap wait and see. Tetapi kami yakin tahun ini kondisinya akan membaik. Kebutuhan pasar terhadap produk properti yang bagus akan tetap ada, baik untuk tujuan investasi maupun yang digunakan sendiri," katanya melalui keterangan resminya, Jumat (18/5/2018).

Jarang Terekspos, Begini Sosok Suami Risma Wali Kota Surabaya, Terkuak Kisah Cintanya yang Manis

Ditinjau berdasarkan segmen pengembangannya, kawasan perumahan menjadi kontributor pendapatan usaha terbesar pada triwulan pertama 2018 yang mencapai Rp 373,3 miliar atau sebesar 53 persen dari keseluruhan.

Disusul segmen pengembangan mixed use & high rise yang tercatat mencapai Rp 197,4 miliar atau 28 persen dari keseluruhan dan segmen properti investasi yang merupakan sumber pendapatan berkelanjutan (recurring income).

"Meningkatnya kontribusi recurring income, terutama disebabkan naiknya pendapatan usaha dari perkantoran sewa, kawasan industri, serta pengelolaan sarana dan prasarana," ujar Archied.

Antar Anak SD Pulang ke Kompleks Mewah, Sang Driver Ojol Kaget Si Bocah Nggak Masuk ke Rumah

Sementara itu, pendapatan usaha dari pengelolaan sarana dan prasarana tercatat mencapai Rp 71,3 miliar atau naik 64 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2017.

"Kinerja penjualan Intiland di triwulan pertama tahun ini cukup bagus dengan membukukan marketing sales Rp 966 miliar. Namun hasil penjualan tersebut, khususnya dari segmen mixed use & high rise belum bisa dibukukan sebagai pendapatan usaha, karena menunggu progres pembangunan,” tambah Archied.

Pasca Bom Surabaya, Anak-anak Ini Bawa Kardus Bukan Cari Sumbangan, Tapi Lakukan Aksi Mengharukan!

Penulis: Arie Noer Rachmawati
Editor: Alga Wibisono
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help