Anak Muda Pamekasan Harus Miliki Moral dan Skil

Menteri Ketenagakerjaan RI, Muhammad Hanif Dhakiri, meminta kepada anak-anak muda di Pamekasan, jika ingin bersaing

Anak Muda Pamekasan Harus Miliki Moral dan Skil
muchsin/surya
MENTERI Ketenagakerjaan RI, Muhammad Hanif Dhakiri, saat memberikan materi kuliah tamu, di hadapan mahasiswa STI Ekonomi Bakti Bangsa, di gedung Islamic Centre, Pamekasan, Senin (21/5/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, PAMEKASAN – Menteri Ketenagakerjaan RI, M Hanif Dhakiri, meminta kepada anak-anak muda di Pamekasan, jika ingin bersaing dengan daerah lain dalam kewirausahawan harus memiliki moral dan skil yang bagus. Sebab tanpa moral dan skil, tidak akan bisa membangun wirausaha.

Ini diungkapkan Menteri M Hanif Dhakiri, di hadapan ratusan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bakti Bangsa dan anak muda, dalam kuliah tamu pegiat UMKM Pamekasan, dihadiri Bakal Calon Bupati Pamekasan, Badrut Tamam, sejumlah ulama dan tokoh masyarakat, di gedung Islamic Centre, Pamekasan, Senin (21/5/2018).

Menurut M Hanif Dhakiri, dalam menghadapi pekermbangan pupulasi penduduk dan menciptakan lapangan pekerjaan, anak-anak muda di Pamekasan harus berprestasi. Untuk meraih prestasi ini, anak-anak muda dididik dan dilatih memilki karakter moral dan skil.

Karakter moral ini menyangkut kejujuran, ketakwaan dan dapat dipercaya, disertai disiplin kerja yang tinggi. Kerja keras, pantang menyerah, ulet dan tangguh, berikiut karakter kinerjanya.

“Anak-anak muda di Pamekasan harus diperkuat dalam hal karakter. Baik karakter moral maupun karakter kinerjanya,” ujar M Hanif Dhakiri.

Baca: Program Pemberdayaan Potensi Lokal dengan Koperasi yang Digagas Khofifah Dinilai Solutif oleh Ekonom

Dikatakan, selain moral diperkuat, juga skil atau keahlian seseorang. Sebab di zaman sekarang ini, persaingan di mana-mana. Mau masuk sekolah yang harus bersaing, begitu juga untuk mendapatkan pekerjaan bersaing. Sehingga skil ini menjadi penting untuk memastikan sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki dan bisa dipertaruhkan dengan daerah lain.

“Kalau anak-anak muda di Pamekasan kita ingin maju dan mampu bersaing dengan daerah lain, maka potensi anak muda ini harus dibangun skil yang kuat. Sebab, skil menjadi kunci utama, sebagai perlidungan dalam menghadapi persaingan yang ketat ini. Karena mustahi, akan membangun wirausaha, tanpa memiliki skil,” papar Muhammad Hanif Dhakiri.

Karena itu, anak-anak muda di Pamekasan ini didorong, bukan hanya memilii skil yang bagus. Tapi yang lebih penting, bagaimana anak-anak mudanya memiliki skil untuk menciptakan lapangan kerja. Sehingga anak muda tidak tergantung pada lapangan pekerjaan saja.

Agar anak muda memiki skil mumpuni, syaratnya sistemnya dibangun dengan baik dan skema pembinaan yang jelas. Di antaranya bagaimana anak muda mendapatkan pelatihan secara mudah.

Baca: Puti Guntur Buka Bersama Pengemudi Go-Jek dan Grab, Ini yang Disampaikan

Akses dan tempat yang memadai. Begitu sebagai Pembina, telah memiliki pengalaman di bidang wirausaha. Jangan sampai, sebagai pembina tidak punya pengalaman dan tidak punya wirausaha.

Ditambahkan, dalam wirausaha masyarakat Indonesia masih kalah dengan negara lain. Standar internasional sebuah negara dianggap cukup kewirausahawaannya, kalau 4 persen dari jumlah penduduknya wirausahawan. Karena sekarang di Indonesia barau 3,1 persen. Sementara Malaysia 5 persen, Singapura 7 persen dan Jepang 9 persen.(sin)

Penulis: Muchsin Rasjid
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help