Bawa 480 Liter Arjo, Warga Magetan ini Kena Razia, Terancam 15 Tahun Penjara

Belanja arak Jowo (Arjo) untuk merayakan Lebaran, Wardi alias Didek warga Desa Mranggen, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan

Bawa 480 Liter Arjo,  Warga Magetan ini Kena Razia, Terancam 15 Tahun Penjara
Surya/ Doni Prasetyo
Kapolres Magetan AKBP Muslimin menunjukkan mobil station sewaan tersangka Didek warga Mranggen, Maospati, Magetan yang digunakan membawa sebanyak 480 liter, minuman keras jenis arak Jowo dari Desa Bekonang, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, dan akan di pasarkan di Magetan. 

 TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Belanja arak Jowo (Arjo) untuk merayakan Lebaran, Wardi alias Didek warga Desa Mranggen, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan berhasil dicokok saat melintas di Jalan Raya Magetan - Plaosan, Magetan, tepatnya di depan terminal Plaosan, Minggu (20/5-2018) dini hari.

"Tersangka ini dihentikan anggota saat melintas didepan terminal Plaosan, Magetan. Anggota curiga karena mobil station ini seperti mengangkut beban berat dibelakang,"kata Kapolres Magetan AKBP Muslimin didampingi Kasubbag Humas AKP Suyatni kepada Surya, Senin (21/5-2018).

Benar, lanjut Kapolres Muslimin, setalah pintu belakang mobil station sewaan warna silver dengan plat nopol AE 1275 PA dibuka, ada 16 jirigen masing masing berisi 30 liter arak Jowo yang dibeli dari Desa Bekonang, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

Baca: Saat Bulan Ramadan, Latihan Persebaya Pindah Dilakukan Saat Malam Hari

"Arjo bukan dari wilayah kita, dan ini akan kita koordinasikan dengan Polres tetangga. Total minuman keras jenis arak Jowo yang dibawa tersangka itu berjumlah 480 liter. Arjo itu rencananya akan dijual eceran ke warung warung di wilayah Magetan menjelang lebaran,"ujar AKBP Muslimin.

Menurut tersangka, setiap satu jirigen dijual sebesar Rp 330 ribu atau Rp 11.000 per liter. Tersangka setiap jirigen berhasil
menangguk Untung sebesar Rp 130 ribu.

"Keuntungan yang cukup besar juga, keuntungan Rp 130 ribu kali 16 jirigen sudah sekitar Rp 2080.000. itu sekali bawa. Tersangka mengaku baru bawa sekali ini, padahal dia sewa mobil dua hari, apa yang kemarin belum ketahuan saja,"kata Muslimin.

Dikatakan Kapolres, tersangka masih diperiksa lebih lanjut, pembelian minuman keras itu atas pesanan siapa, atau ditampung dimana. Karena ratusan liter arjo yang dibawa itu tidak mungkin dijual sendiri.

"Ini masih kita perdalam, siapa yang menyuruh, dan itu dijual kemana saja, warung mana saja. Kalau dijual sendiri jelas tidak mungkin. Kita menduga tersangka ini sudah berulang kali kulakan arjo ke Bekonang, ini terlihat dari cara tersangka memilih jalan, saat membawa arjo itu,"kata Kapolres Muslimin.

Baca: Dinkes Blitar Temukan Sayuran Mengandung Formalin di Pasar Takjil

Tersangka pembawa ratusan liter arjo itu dijerat dengan pasal 204 KUHP tentang menjual Barang Berbahaya Bagi Jiwa dan Kesehatan, dengan ancaman hukuman penjara selama lamanya 15 tahun.

"Tersangka tidak lagi kami kenakan pasal tindak pidana ringan (tipiring), tapi kami kebakan pasal di tentang kesehatan di KUHP, ini untuk memberikan efek jera. Juga kepada yang lain,"tandas Kapolres Muslimin. (Surya/Doni Prasetyo).

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved