Semarak Ramadan

Berbanding Terbalik, Saat Ramadan, Tingkat Hunian Turun namun Food and Beverage Hotel Meningkat

Bulan Ramadan ternyata menjadi masa low season bagi perhotelan. Hal itu karena pada saat bulan Ramadan, tingkat hunian kamar hotel cenderung rendah.

Berbanding Terbalik, Saat Ramadan, Tingkat Hunian Turun namun Food and Beverage Hotel Meningkat
TribunJatim.com/Triana Kusumaningrum
Menu kambing guling dan aneka dessert menu buka puasa di Lime Restaurant Four Points Surabaya, Jumat (26/5/2017) 

Laporan wartawan TribunJatim.com, Arie Noer Rachmawati

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Bulan Ramadan ternyata menjadi masa low season bagi perhotelan.

Hal itu karena pada saat bulan Ramadan, tingkat hunian kamar hotel cenderung rendah.

Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DPP Jawa Timur, Herry Siswanto mengatakan, memang di bulan Ramadan dari tahun ke tahun tingkat hunian hotel rendah sekitar 40 persen.

"Turunnya tidak sampai 50 persen. Penurunan tingkat hunian hotel berlaku baik hotel bintang 3, 4, maupun 5," terangnya kepada TribunJatim.com, Senin (21/5/2018).

Baca: Bulan Ramadan, AC dan Kulkas Laris Manis Diburu Pembeli

Menurutnya, sebelum Ramadan, tingkat hunian hotel atau okupansi hotel rata-rata sebesar 70 persen.

Seminggu setelah Ramadan, tingkat okupansi hotel dikatakan Herry, bakal kembali normal seperti biasanya.

"Selama Ramadan, rata-rata pertumbuhan hotel itu berada di angka 42 persen. Setelah Lebaran, kondisnya bakal pulih kembali. Bulan Juli nanti sudah normal kembali okupansinya," jelasnya.

Sebab, lanjut Herry, seminggu setelah lebaran sudah banyak kegiatan, seperti halal bihalal yang diselenggarakan dari asosiasi, pemerintah, maupun perkantoran.

Baca: Pelindo III Sediakan 260 Trip Mudik Gratis Melalui Bus, Gini Lho Cara Daftarnya!

Berbanding terbalik dengan tingkat hunian hotel yang rendah, Food and Beverage (F&B) justru meningkat di bulan Ramadan.

"Momen Ramadan, tingkat hunian hotelnya yang rendah. Tetapi, Food and Beverage-nya yang ramai khusus ketika buka puasa bersama," ujarnya.

Menu kambing guling dan aneka dessert menu buka puasa di Lime Restaurant Four Points Surabaya, Jumat (26/5/2017)
Menu kambing guling dan aneka dessert menu buka puasa di Lime Restaurant Four Points Surabaya, Jumat (26/5/2017) (TribunJatim.com/Triana Kusumaningrum)

Menutur Herry, peningkatan Food and Beverage tergantung dari masing-masing hotel, misalnya, Garden Palace Hotel menargetkan 10 ribu pax selama bulan Ramadan.

Baca: Jelang Libur Lebaran, Pelindo III Siapkan 14.000 Tiket Mudik Gratis untuk Penumpang Kapal Laut

"Artinya, bisa dikatakan masing-masing hotel punya sekitar 300-400 pax Food and Beverage bisa tercapai selama Ramadan. Tergantung juga dari seat atau ruang restoran itu sendiri. Kalau di Surabaya, paling ramai di Hotel Bumi dan Hotel Luminor," jelasnya.

Selain itu, beragam promo juga disajikan oleh masing-masing hotel.

"Saat ini, kondisi buka puasa bersama harga Rp 100.000-200.000 itu mayoritas banyak peminatnya. Itu bisa ditemukan di hotel bintang 3, 4, dan 5.  Misal, hotel yang bintang 5 ada Hotel Bumi. Belum lagi, didukung gardeningnya yang pas," tandasnya.

Baca: Member JBJ Unggah Foto Manis Bersama, Takada Kenta Malah Posting ini, Netizen Beri Komentar Kocak

Penulis: Arie Noer Rachmawati
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help