Program Pemberdayaan Potensi Lokal dengan Koperasi yang Digagas Khofifah Dinilai Solutif oleh Ekonom

Produk UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) Jawa Timur dinilai calon Gubernur Jawa Timur nomor urut 1, Khofifah Indar Parawansa

Program Pemberdayaan Potensi Lokal dengan Koperasi yang Digagas Khofifah Dinilai Solutif oleh Ekonom
ISTIMEWA
Khofifah Indar Parawansa 

 TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Produk UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) Jawa Timur dinilai calon Gubernur Jawa Timur nomor urut 1, Khofifah Indar Parawansa memiliki potensi besar terhadap peningkatan ekonomi.

Khofifah ingin produk potensial kreatif UMKM Jawa Timur menjadi komoditas unggulan.

Menurut Khofifah, kelangsungan perputaran transaksi, keuntungan untuk produsen dan pelaku UKM bisa terjamin jika menggunakan sistem koperasi. Dengan itu juga produk lokal bisa terjamin dan bersaing di pasar modern.

“Saya ingin men-create usaha mikro kecil dan menengah sampai mereka sustain dan memiliki profit untuk bisa mempercepat kesejahteraan mereka. Koperasi ini merupakan sebuah gerakan masyarakat, format usaha bersama. Sehingga pemenuhan kebutuhan strategis bisa dipenuhi oleh koperasi,” kata Khofifah Indar Parawansa, Jawa Timur.

Koperasi, merupakan bentuk pengelolaan transaksi dengan sistem yang terbuka dan bermasyarakat. Sebab koperasi dibentuk atas asas kesepakatan bersama dengan sistem ekonomi kerakyatan yang modern, efektif dan efisien.

 Khofifah Indar Parawansa ingin menjadikan koperasi bersistem korporasi. Koperasi bisa diterapkan di berbagai segmen.

Produk pasar tradisional yang dikelola dengan sistem bersama alias koperasi juga akan bisa bersaing dengan pasar ritel modern yang kini kian menjamur di berbagai daerah.

Baca: Khofifah Ingin Jadikan Jawa Timur Provinsi Koperasi Lewat CCC

Di Jawa Timur, contoh pengelolaan komoditas salah satunya adalah Koperasi Tengkulak Koperasi (Senkuko) yang terletak di Pasuruan. Koperasi tersebut saat ini sudah memiliki anggota 18 ribu pedagang tradisional.

Hingga saat ini aset dari Senkuko sudah mencapai Rp 10 miliar. Omset penjualan beras per hari mencapai dua ton. Begitu juga dengan gula mencapai dua ton per hari.

"Senkuko ini sama seperti yang sering saya sampaikan setiap kali di pasar. Ini bukan gudang tapi bisa digunakan untuk kulakan dan bermitra dengan pedagang. Senkuko ini bisa menjadi referensi, bagi yang ingin belajar pengelolaan sinergi koperasi dan toko moderen yang baik," ungkapnya.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help