Spesialis Jambret di Blitar Terkapar, Dua Kakinya Ditembak Polisi

Anggota Polisi Blitar menambak kedua kaki Riyanto (40), warga Desa Banaran, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk

Spesialis Jambret di Blitar Terkapar, Dua Kakinya Ditembak Polisi
david yohanes/surya
Riyanto setelah dirawat di RS Bhayangakara Tulungagung. 

 TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG -Anggota  Polisi Blitar menambak kedua kaki Riyanto (40), warga Desa Banaran, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk yang tinggal di sebuah perumahan di Tulungagung, Senin (21/5/2018) sore.

Riyanto adalah penjahat spesialis jambret kaum perempuan yang selama ini dicari Polisi.

Kapolres Tulungagung, AKBP Tofik Sukendar melalui Kasat Reskrim Polres Tulungagung, AKP Mustijat Priyambodo mengatakan, terungkapnya kasus ini bermula dari laporan Samrotin (52).

Guru TK Dharma Wanita 1 Desa Wonorejo, Kecamatan Sumbergempol ini dijambret tasnya saat melintas di Desa Plosokandang, Kecamatan Sumbergempol, Rabu (16/5/2018) siang.

“Dari laporan itu kami meminta keterangan berbagai pihak yang ada di lokasi. Selain itu sebagian nomor plat motor yang dipakai pelaku juga diingat korban,” terang Mustijat.

Baca: Porsi Latihan Malam Persebaya Sudah Terukur dan Menjamin Stamina Pemain Terjaga Saat Puasa

Saat itu Samrotin bisa mengingat motor yang dipakai pelaku jenis Honda Vario warna putih.

Namun nomor polisi yang diingat hanya AG 315. Samrotin kehilangan tas berisi dua telepon genggam, uang Rp 250.000 dan 30 ijazah TK.

Masih menurut Mustijat, ciri-ciri pelaku juga sama persis dengan laporan yang sudah masuk lebih dulu.

Polisi yang melakukan pelacakan melihat sosok seperti ciri-ciri pelaku pada Senin (21/5/2018) siang di Jalan Pahlawan Tulungagung.

Polisi menghentikan Riyanto sekitar pukul 11.00 WIB.

Halaman
12
Penulis: David Yohanes
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help