Kasus Dugaan Suap Mantan Kadinkes Jombang, Terungkap Bagaimana Alur Penyuapan untuk Jabatan

Sidang lanjutan kasus suap yang menjerat mantan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Jombang.

Kasus Dugaan Suap Mantan Kadinkes Jombang, Terungkap Bagaimana Alur Penyuapan untuk Jabatan
TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL ARIFIN
Terdakwa Inna Selistyowati saat jalani sidang di Pengadilan Tipikor Surabaya, Jumat, (25/5/2018). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Samsul Arifin

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Sidang lanjutan kasus suap yang menjerat mantan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Jombang, Inna Silestyowati kembali digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Surabaya, Jumat, (25/5/2018).

Sidang yang digelar di Ruang Cakra ini digelar dengan agenda keterangan terdakwa, dihadapan majelis hakim yang diketuai oleh E. R. Unggul.

Dalam sidang tersebut terdakwa dimintai keterangan oleh Jaksa Penuntun Umum (JPU), dari KPK Deddy Sukmono terkait suap jabatan itu.

Terdakwa mengaku kenal dengan Bupati non aktif Jombang, Nyono Suharli Wihandoko, berkat kedekatan suaminya serta membantu mencarikan suara bagi Bupati pada tahun 2016.

“Terkait jabatan saya bisa menjadi Kadinkes kalau memberi Rp 350 juta, yang pada waktu itu Eri Wibowo menjabat Kadinkes sebelumnya,” beber Inna.

Setelah itu dia mengiyakan permintaan dari sang bupati, tepat pada Januari 2017 ia dipanggil guna mengikuti pelantikan.

“Waktu itu dipanggil untuk apa saya tidak tahu, pada saat dilantik tertulis sebagai sekretaris dinas kesehatan, dan diberi fotokopian surat penugasan,” ujarnya.

Selang selama satu jam berlangsung terdakwa Inna membeberkan alur penyuapan tersebut. Seusai sidang saat dikonfirmasi JPU menuturkan total dana yang diterima Nyono sebesar Rl 1,8 miliar.

Sedangkan dari keterangan terdakwa mendukung pembuktian karena semua diakui oleh terdakwa, pihak JPU mengklaim semua dakwaan terbukti benar.

Halaman
12
Penulis: Samsul Arifin
Editor: Edwin Fajerial
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help