Kasatlantas Polrestabes Surabaya Tingkatkan Pengawasan pada Pengusaha Ekspedisi

Kasatlantas Polrestabes Surabaya, AKBP Eva Guna Pandia memperketat pengawasan muatan barang.

Kasatlantas Polrestabes Surabaya Tingkatkan Pengawasan pada Pengusaha Ekspedisi
Ilustrasi transportasi barang 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Pradhitya Fauzi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kasatlantas Polrestabes Surabaya, AKBP Eva Guna Pandia memperketat pengawasan muatan barang.

Menurut Pandia, ada potensi kerawanan akibat mobilitas jasa ekspedisi yang meningkat.

Kecelakaan, penyalahgunaan wewenang polisi di lapangan, sampai pengangkutan barang berbahaya dianggap Pandia sangat menjadi kerawanan akibat mobilitas jasa ekspedisi yang meningkat itu.

“Sejauh ini masih aman semua, makannya hari ini kami sosialisasikan, jangan sampai terjadi,” terang Pandia pada awak media, Jumat (25/5/2018).

Pandia mengimbuhkan, untuk menghindari pengangkutan barang berbahaya seperti yang disampaikannya, pihaknya meminta seorang pengusaha jasa ekspedisi, Kandradi Lookman, Kandradi Lookman untuk meningkatkan pengecekan sejumlah barang dan kendaraannya sebelum beroperasi dan setelahnya.

Bahkan, pengusaha diharapkan memeriksa barangnya yang akan dimuat secara spesifik.

Lalu, bagaimana solusinya agar dapat memeriksa ratusan, ribuan, bahkan jutaan barang yang akan dikirimkan melalui ekspedisi?

Pandia menegaskan, caranya dengan menggunakan metal detector.

Selain itu, atensi (perhatian) lain yang dikatakan Pandia yakni tentang “kesehatan”.

Kesehatan yang dimaksud adalah kondisi dari armada yang digunakan oleh ekspedisi, mulai dari truk sampai pengemudi hingga kernet.

Pasalnya, bila hal itu tak diindahkan, bisa jadi beragam permasalahan akan menghantui.

Yang lebih mengkhawatirkan lagi yaitu kecelakaan.

Akibatnya, pengiriman barang bisa terhambat sampai tujuan.

“Implikasinya bisa ke perekonomian kalau hal (kecelakaan dan human eror) terjadi,” sambung Pandia.

Penulis: Pradhitya Fauzi
Editor: Edwin Fajerial
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help