Pilgub Jatim 2018

Sambil Sahur Bareng Pedagang Ngawi, Khofifah Sampaikan Program PKH Plus

Kegiatan sahur on the road terus dilakukan oleh Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut 1, Khofifah Indar Parawansa.

Sambil Sahur Bareng Pedagang Ngawi, Khofifah Sampaikan Program PKH Plus
(Surya/Fatimatuz zahroh)
Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut 1, Khofifah Indar Parawansa sahur bersama para pedagang di Pasar Beran, Kabupaten Ngawi, Minggu (27/5/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, NGAWI - Kegiatan sahur on the road terus dilakukan oleh Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut 1, Khofifah Indar Parawansa.

Pagi ini, Minggu (27/5/2018), Khofifah sahur bersama para pedagang di Pasar Beran, Kabupaten Ngawi.

Momen sahur dan bertemu pedagang menjadi favorit Khofifah lantaran dianggap sebagai cara efektif untuk kampanye, yaitu meet the people.

Pasangan cawagub Emil Elestianto Dardak itu mengatakan bahwa pedagang nantinya akan banyak membantu penyampaian program lewat pelanggan yang biasa berinteraksi dengan mereka.

"Sebagian besar dijual di pasar ini adalah ibu-ibu. Mereka banyak yang cerita kalau tidak karena jualan mereka tidak akan bangun tengah malam seperti ini, jam satu dini hari jam tiga dini hari sudah di pasar," kata Khofifah.

Baca: Real Madrid Jadi Juara Liga Champions Berkat Dua Pemain yang Terseok-seok Sepanjang Musim

Mereka berdagang ke pasar demi untuk menjaga stabilitas ekonomi keluarga. Hampir seluruhnya kegiatan ekonomi di Pasar Beran ini adalah kegiatan ekonomi mikro dan kecil. Mereka menopang geliat ekonomi Jawa Timur.

"Yang saya lihat di sini banyak ibu-ibu lansia. Mereka bisa menunjukkan bahwa mereka masih memiliki produktivitas meski sudah lansia," ucap wanita yang juga mantan Menteri Sosial ini.

Oleh sebab itu, Khofifah dan Emil sudah menyiapkan program untuk bisa menjangkau lansia. Yaitu melalui program keluarga harapan (PKH) Plus.

Dikatakan Khofifah, PKH Plus ini merupakan program untuk menyisir lansia tidak mampu dengan usia di atas 70 tahun. Selain ara lansia, program ini juga dilakukan untuk menyentuh penyandang dissabilitas berat.

"Dua kelompok ini yaitu lansia dan juga penyandang dissabilitas memang sudah ada di program pemerintah pusat. Namun harus diintegrasikan juga oleh sistem yang ada di kabupaten kota dan provinsi," katanya.

Baca: Berduel dan Bikin Mo Salah Cedera Bahu, Sergio Ramos Lolos dari Hukuman Wasit, Pantaskah?

Menurut Ketua Umum PP Muslimat NU ini masih banyak lansia yang belum mendapatkan program PKH Plus lantaran kuota pusat yang masih minim.

"Warga miskin, lansia, harus mendapatkan PKH Plus. Kuota nasional itu 10 juta. Warga miskin Jawa Timur ada 4 juta keluarga, yang tercover hanya 1,5 juta. Nah yang belum tercover ini harus dilengkapi dari APBD, ini sudah ada di program kami di Jatim Sejahtera," kata Khofifah. (Surya/fatimatuz zahroh)

 

Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved