Pilgub Jatim 2018

Atasi Pengangguran, Khofifah Akan Minimalkan Cukai Pabrik Rokok Kretek Tangan

Pabrik rokok kretek tangan sebagai industri padat karya yang jadi tulang punggung ekonomi wanita jadi perhatian serius Khofifah.

Atasi Pengangguran, Khofifah Akan Minimalkan Cukai Pabrik Rokok Kretek Tangan
SURYA/FATIMATUZ ZAHROH
Cagub Jawa Timur nomor urut 1 Khofifah Indar Parawansa saat mendatangi pabrik MPS di Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Senin (28/5/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, BOJONEGORO - Industri padat karya terus mendapat perhatian Cagub Jatim nomor urut 1 Khofifah Indar Parawansa.

Senin (28/5/2018) hari ini, Khofifah mendatangi dua titik mitra produksi sigaret (MPS) sekaligus. Yaitu MPS Kapas dan MPS Kalitidu Kabupaten Bojonegoro.

Dua pabrik rokok padat karya itu menjadi perhatian Khofifah untuk navigasi program. Ini karena pabrik padat karya itu menjadi bagian dari sabuk kesejahteraan Jawa Timur dan mengatasi masalah pengangguran.

"Pabrik rokok adalah industri padat karya, di pabrik sigaret kretek tangan (SKT) ini sebanyak 99 persen karyawannya perempuan tulang punggung ekonomi keluarga," kata Khofifah.

Satu keterkaitan yang harus diperhatikan menurut Khofifah enam persen sisa industri SKT di Indonesia adalah tempat perempuan tulang punggung keluarga bekerja. Sehingga sngat erat kaitannya dengan proses penyejahteraan keluarga.

Oleh sebab itu, Khofifah bertekad ingin memberikan insentif khusus bagi industri padat karya jika kelak menjabat sebagai gubernur Jawa Timur.

Insentif khusus yang dimaksud adalah pemberian cukai khusus untuk industri padat karya seperti rokok. Sebab di dua MPS ini, keluhan dari dua managemen ini sama.

Yakni menginginkan adanya penurunan bea cukai. Lantaran setiap tahun kenaikan bea cukai rokok hampir selalu signifikan dan relatif memberatkan pengusaha.

"Jenis usaha padat karya harus dapat insentif khusus. Harus bersering dengan pro-growth, pro-job, dan pro-poor. Kalau lihat SKT, maka harus berseiring tiga ini ditambah dengan pro environment," ucap mantan Menteri Sosial ini.

Menurut Khofifah, cukai untuk SMT harus diminimalkan. Harus ada beda yang signifikan antara SKT dan SKM lantaran kaitannya besar pada peningkatan kesejahteraan warga Jawa Timur.

"Oleh sebab itu harus strong partnership antara pemerintah dan privat usaha, harus saling memberi daya dukung," imbuh Khofifah.

Program Khofifah tersebut sejalan dengan apa yang difikirkn oleh Ketua Koperasi Kareb, Direktur MPS Kapas, Sriyadi Purnomo. Ia mengatakan SKT terus melakukan penjagaan tenaga kerja agar tidak samai ada pemutusan tenaga kerja. Termasuk di MPS Kapas yang memiliki 1.167 tenaga kerja ini.

"Kami senang dengan Ibu Khofifah dalam dua debt kemarin selalu mengatakan ingin menyelesaikn kemiskinan di pedesaan. Maka di sinilah bu letak pedesaan itu," kata Sriyadi.

Ia mendukung program kesejhateraan yang digagas Khofifah dan Emil dan berharap akan bisa direalisasikan kelak saat menjadi gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur.

Namun sejalan dengan yang disampaikan Khofifah ia berharap agar ada kebijakan khusus atas cukai di pabrik SKM. "Kenikaan cukai rokok yang selalu siginikan harus ada perbedaan cukai SKT dan SKM, bagaimanapun kami juga membantu pemerintah mengatasi pengangguran," tegasnya. (Surya/fatimatuz zahroh)

Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help