Home »

Bisnis

» Makro

Kembangkan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Pelindo III Investasikan Rp 1,6 Triliun

PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau Pelindo III mendukung program tol laut yang ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo.

Kembangkan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Pelindo III Investasikan Rp 1,6 Triliun
Istimewa
Kegiatan operasional di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang 

Laporan wartawan TribunJatim.com, Arie Noer Rachmawati

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau Pelindo III mendukung program tol laut yang ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo.

Dukungan tersebut dilakukan dengan mengembangkan wilayah Pelabuhan Tanjung Emas Semarang yang menjadi satu di antara jalur tol laut dengan nilai investasi sebesar Rp 1,6 triliun untuk proses reklamasi di wilayah Kalibaru Barat seluas 22 Ha.

Commercial and Operational Director Pelindo III, Mohammad Iqbal menyebut, upaya pengembangan Pelabuhan Semarang tersebut bertujuan untuk memperkuat kegiatan bongkar muat di pelabuhan, sekaligus mendukung perekonomian Provinsi Jawa Tengah yang semakin meningkat sejak 2012.

Baca: Pesan Terakhir Ibu-Anak Korban Tewas Kebakaran Kos di Surabaya, Firasat Buruk Pria ini Berakhir Pilu

"Tentunya peningkatan perekonomian di Jawa Tengah menginisiasi Pelindo III untuk mengembangkan pelabuhan yang dikelolanya dalam mendukung ekonomi negara," ujarnya, Rabu (30/5/2018).

Apalagi Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, lanjut Iqbal, menjadi satu di antara 24 pelabuhan feeder bagi pelabuhan utama dan pelabuhan pengumpul dari rangkaian jalur tol laut.

Sehingga dengan adanya terminal baru maka proses pemindahan barang bisa dilakukan di dalam area pelabuhan.

Saat ini Pelabuhan Tanjung Emas memasuki tahap pra reklamasi, di mana area pelabuhan termasuk yang telah dilakukan reklamasi nantinya akan menerapkan sistem zonasi sebagai zona curah, zona peti kemas internasional, zona terminal penumpang, dan cruise.

Baca: Tak Hanya Model Studio dan Corner Suite, Jenis Loft Juga Jadi Model Apartemen Kekinian Lho!

Dalam rencana pengembangan wilayah tersebut, Pelindo III telah mengantongi Surat Kelayakan Lingkungan Hidup Rencana Kegiatan Reklamasi (SKL) dan Izin Lingkungan (IL) yang ditetapkan pada tahun 2017 oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

"Saat ini pengembangan terminal terhambat karena SKL dan IL yang dimilki oleh Pelindo III tengah digugat. Tentunya hal ini tidak menyurutkan niat Pelindo III untuk tetap melanjutkan proses perizinan di Kementerian Perhubungan," tegas Iqbal.

Halaman
12
Penulis: Arie Noer Rachmawati
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help