Serangan Bom di Surabaya

1,5 Jam Geledah Rumah Ahli Ponsel dan Elektro, Densus 88 Sempat Dihantui Rasa Ketakutan

Rasa takut sempat menyergap tim Densus 88 saat menggeledah rumah terduga teroris ahli ponsel dan elektro di Probolinggo.

1,5 Jam Geledah Rumah Ahli Ponsel dan Elektro, Densus 88 Sempat Dihantui Rasa Ketakutan
SURYA/GALIH LINTARTIKA
Densus 88 Anti Teror saat mengamankan rumah WS, terduga teroris di Probolinggo, Rabu (30/5/2018) malam. 

TRIBUNJATIM.COM, PROBOLINGGO - Kapolres Probolinggo Kota AKBP Alfian Nurrizal menyampaikan, proses penangkapan dan penggeledahan rumah Wisnu atau WS di Jalan Brantas, Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, Rabu (30/5/2018) jelang tengah malam berjalan lancar.

Tidak ada kendala yang berarti dalam penangkapan dan penggeledahan di rumah yang bersangkutan.

"Sudah selesai, terduga teroris WS dan sejumlah barang buktinya sudah dibawa Densus," kata Alfian usai penangkapan, Kamis (31/5/2018).

Baca: Densus 88 Panen Panen Terduga Teroris di Probolinggo, Lima Orang Lintas Profesi ini Ditangkap

Ia mengatakan, tidak ada perlawanan dari yang bersangkutan. Saat digerebek, yang bersangkutan ini hendak beristirahat.

"Yang dikhawatirkan adalah WS ini menyimpan bahan peledak. Dan allhamdulillah setelah kami geledah kurang lebih 1 jam 30 menit, kami tidak menemukan tanda-tanda bahan peledak yang berbahaya," terangnya.

Alfian menyampaikan, penangkapan WS ini pasti ada kaitannya dengan penangkapan empat terduga sebelumnya yang lebih dulu diamankan satu hari sebelumnya di Probolinggo.

Baca: Gerebek Rumah di Wisma Tropodo Sidoarjo, Densus 88 Anti Teror Amankan IB

Namun, Alfian enggan menyebutkan secara detail apa kaiatannya. Namun, secara tersirat ia menyampaikan bahwa WS ini merupakan ahli elektro.

"Dia sangat paham tentang elektro. Makanya dia buka konter hp ini. Nah, di kelompok ini, dia mekanik elektro, semacam ahlinya lah kalau boleh dikatakan. Dia yang mengatur untuk urusan itu," urainya.

Namun, ia lagi-lagi tidak merinci secara detail apa peran dan tergabung dalam kelompok apa WS ini.

"Semua kewenangan termasuk ranah pemeriksaan lebih lanjut ada di Densus dan Mabes Polri. Kami di sini hanya bantu back up pengamanan saat penangkapan saja," tegasnya.

Baca: Ajak 4 Anaknya yang Bocah Bunuh Diri Bom 3 Gereja, Begini Perilaku Aneh Keluarga Dita dan Puji

Alfian meminta kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak resah.

Ia menyadari, ternyata banyak orang yang berasal atau lebih tepatnya tinggal di Probolinggo yang diamankan Densus 88 Anti Teror belakangam ini, semenjak meledaknya teror bom di Surabaya dan Sidoarjo, beberapa waktu lalu.

"Tetap tenang, masyarakat bersama Polri. Kami akan selalu mengedepankan situasi kamtibmas aman, lancar dan selalu terkendali," pungkasnya. (Surya/lih)

Baca: Tanpa Ritual dan Doa, Jenazah Dita dan 2 Anaknya yang Ngebom Gereja Dikubur di Makam Teroris

BREAKING NEWS : Pelaku Bom Bunuh Diri Tiga Gereja Adalah 6 Orang Sekeluarga Asal Rungkut Surabaya

Baca: Penyebab Siswi SMP yang Bunuh Diri Kompleks, Kronologi Lengkap ini Sibak Misteri

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved