Jelang Lebaran, Penjual Parcel Musiman Mulai Marak di Bojonegoro

Menjelang hari raya Idul Fitri 1439 H, penjual parcel musiman mulai muncul dimana-mana terutama di wilayah Kabupaten Bojonegoro.

Jelang Lebaran, Penjual Parcel Musiman Mulai Marak di Bojonegoro
M Sudarsono/Surya
Ali Subhan tampak mengecek bingkisan parcel yang dijualnya 

 TRIBUNJATIM.COM, BOJONEGORO - Menjelang  Hari Raya Idul Fitri 1439 H, penjual parcel musiman mulai muncul dimana-mana teritama di wilayah Kabupaten Bojonegoro.

Seperti yang terlihat di Gallery Parcel yang berada di jalan Pemuda Bojonegoro, tepatnya sebelum melintasi lampu merah.

Bingkisan berbagai macam produk makanan dan minuman itu dikemas sedemikian rapi, agar bisa memikat pembeli untuk diberikan kepada sanak famili atau bahkan untuk kebutuhan sendiri.

Diakui pedagang, meski sudah dijual pada Senin kemarin (28/5/2018), produk parcel tersebut satupun belum ada yang laku hingga sekarang.

"Belum ada yang laku, cuma baru ada yang tanya-tanya saja," kata Ali Subhan (35), warga Kecamatan Parengan, Tuban, dijumpai di tokonya, Kamis (31/5/2018).

Baca: Dapat Donasi Jutaan, Bocah Sahur Nasi Garam ‘Hilang’, Alasan yang Diucap Neneknya Diungkap Tetangga!

Menurut dia, kalau untuk sekarang memang belum bisa diketahui hasilnya, artinya memang belum ada pembeli.

Sebab, selain faktor baru buka, lebaran juga terhitung masih cukup lama, sekira 15 hari lagi. Jadi masih dalam batas kewajaran kalau sepi.

"Ya wajar karena baru saja buka, sambil jalan dilihat hasilnya," ujarnya sambil mengecek kemasan parcel.

Warga asal Tuban yang mencoba keberuntungan di Bojonegoro itu menjelaskan macam-macam harga parcel yang dijualnya, mulai dari harga Rp 100 ribu, Rp 450 ribu, Rp 500 ribu, Rp 600 ribu, hingga Rp 875 ribu.

"Paling murah harga Rp 100 ribu, yang mahal Rp 875 ribu, isinya tentu menyesuaikan harga," bebernya.

Meski demikian, dia menambahkan jika bisnis musiman yang digelutinya sejak satu tahun lalu ini juga beresiko, yakni sisa barang yang masih tidak boleh dikembalikan.

Praktis, jika parcel yang dijualnya lebih atau ada stok sisa maka rugi akan dialaminya.

"Ini ada 90 parcel yang tersedia, habis tidaknya saya belum tahu, ya harapannya tetap habis tidak ada yang tersisa. Kalau tahun lalu masih ada sisa lumayan, H- 2 sebelum lebaran hasil baru bisa diketahui," pungkasnya.(nok)

Penulis: M Sudarsono
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help