Sawah Kekeringan, Petani di Menganti Gresik Terancam Gagal Panen

Petani di wilayah Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, Jawa Timur mulai gelisah karena air tidak ada.

Sawah Kekeringan, Petani di Menganti Gresik Terancam Gagal Panen
(surya/Sugiyono)
KERING – Lahan pertanian di Desa Kepatihan Kecamatan Menganti sudah mulai retak-retak akibat kekeringan, Kamis (31/5/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Bulan Mei hingga Juni nanti sudah memasuki musim kemarau. Tidak heran jika selam bulan puasa tkita merasakan cuaca yang panas luar biasa.

Bahkan tenaman pun kekurangan pasokan air. Petani di wilayah Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, Jawa Timur mulai gelisah karena air tidak ada.

Hal itu terlihat dari beberapa lahan tanaman padi mulai kekeringan. Sehingga tanaman padi petani di Menganti Gresik terancam puso.

Seperti tanaman padi di Desa Kepatihan dan Desa Pengalangan Kecamatan Menganti banyak petani yang mengeluh karena rugi akibat tanaman padi yang berumur 60-70 hari hampir dipastikan terkena puso. Petani tidak bisa mendapatkan saluran air sebab jauh dari sungai dan sumber air.

Baca: Kuasa Hukum Mantan Perawat National Hospital Surabaya Minta Majelis Hakim Berani Bebaskan Kliennya

“Petani sudah banyak mengeluarkan uang dan tenaga untuk bertanam padi, tapi akibat tidak ada air akibatnya terancam kekeringan dan berakibat puso,” kata Khoirul (47), warga Desa Kepatihan Kecamatan Menganti, Kamis (31/5/2018).

Khoirul menambahkan, bencana padi puso akibat kekeringan di Desa Kepatihan yang sudah dilaporkan ke gabungan kelompok tani (Gapoktan) seluas 10 hektar terancam kekeringan, 8 hektar kondisi sedang dan 10 hektar kondisi berat dan yang sudah terkana puso seluas 3 hektar.

Adanya kekeringan ini, petani di Desa Kepatihan hanya pasrah bisa pasrah, sebab lahan pertanian jauh dari saluran air. Sedangkan beberapa petani tidak ikut program asuransi pertanian.

“Terpaksa rugi jutaan rupiah akibat kekeringan,” imbuhnya.

Sementara Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gresik Agus Jokowaluyo mengatakan, petani sudah disarankan untuk mengikuti program asuransi pertanian. Program asuransi pertanian sudah berlangsung sejak tahun kemarin.

“Kalau ikut asuransi tanaman padi petani bisa aman, tapi ya harus mulai dari awal tanam dua bulan yang lalu,” kata Agus.

Halaman
12
Penulis: Sugiyono
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help