VIDEO: Para Tersangka Kriminalitas yang Berhasil Ditangkap Polres Pelabuhan Tanjung Perak

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKBP Antonius Agus Rahmanto memimpin jalannya hasil analisa dan evaluasi.

VIDEO: Para Tersangka Kriminalitas yang Berhasil Ditangkap Polres Pelabuhan Tanjung Perak
TRIBUNJATIM.COM/PRADHITYA FAUZI
Sejumlah barang bukti dan tersangka dikumpulkan di halaman Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya saat press release pada Senin (4/6/2018) sore. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Pradhitya Fauzi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKBP Antonius Agus Rahmanto memimpin jalannya hasil analisa dan evaluasi (anev) Operasi Pekat Semeru 2018.

Dalam kegiatan itu, sekitar 526 tersangka beserta barang buktinya di halaman utama Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya pada Senin (4/6/2018) sore.

Agus menegaskan sejumlah tersangka yang terjaring dalam Operasi Pekat Semeru 2018 itu berasal dari sejumlah aksi kriminalitas yang telah diungkap.

"Banyak ya, mulai dari premanisme, pencurian, sampai miras," kata Agus sembari menunjuk ke arah para tersangka, Senin (4/6/2018).

Agus menambahkan, kasus yang paling menonjol di wilayah hukumnya didominasi oleh premanisme.

Namun, para tersangka premanisme yang telah tertangkap telah ditindak dengan pasal Tindak Pidana Ringan (Tipiring).

"Yang dominan disini adalah premanisme, sudah kami amankan sebelumnya, lalu kami lakukan pembinaan dan kami kembalikan lagi ke asalnya," sambungnya.

Dari video yang diunggah TribunJatim.com, terlihat sejumlah barang bukti mulai dari miras, narkotika, hingga smartphone dan monitor komputer yang merupakan hasil dari kejahatan para tersangka dipamerkan.

Namun, dalam menghadirkan tersangka kala itu, untuk mengantisipasi hal yang tak diinginkan, para tersangka diborgol dan dikawal ketat personel kepolisian Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya berseragam lengkap sembari membawa senjata laras panjang.

Ini videonya:

Penulis: Pradhitya Fauzi
Editor: Edwin Fajerial
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help