Kapolres Magetan Ajak Bupati Musnahkan Minuman Keras Ribuan Liter

Peredaran minuman keras (miras) berbagai jenis di wilayah hukum Polres Magetan bisa dihentikan, upaya polisi merazia miras

Kapolres Magetan Ajak Bupati Musnahkan Minuman Keras Ribuan Liter
Surya/ Doni Prasetyo
Kapolres Magetan AKBP Muslimin mengajak Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) memusnahkan 1549 liter minuman keras berbagai jenis, seperti arak Jowo (arjo), anggur kolesom, dan vodka palsu dihalaman Polres Magetan, Rabu (6/6-2018). 

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Meski belum seluruhnya peredaran minuman keras (miras) berbagai jenis di wilayah hukum Polres Magetan bisa dihentikan, upaya polisi merazia miras dan berhasil menyita ribuan liter patut mendapat apresiasi.

"Miras yang kami musnahkan ini hasil razia bulan Mei 2018 kemarin. Miras ini kami dapat dari warung warung, juga depot makan, dan cegatan di perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah," kata Kapolres Magetan AKBP Muslimin didampingi Kasubbag Humas AKP Suyatni, kepada Surya (tribunjatim.com), seusai acara pemusnahan miras berbagai jenis disaksikan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di halaman Polres setempat, Rabu (6/6-2018).

Miras yang dimusnahkan, tambah Kapolres, seluruhnya berjumlah 1549 liter, terdiri dari arak Jowo (arjo), anggur kolesom, vodka. Nilai miras yang di musnahkan lebih dari Rp 46, 470, 000, dengan perkiraan harga dipasaran Rp 30. 000 per liter.

Baca: Guru SD di Depok Diduga Lakukan Pelecehan, Orang Tua Murid Lapor Polisi, Ini Modus & Jumlah Korban

"Detailnya yang berhasil kami sita dari berbagai tempat termasuk warung pemancingan, yaitu arjo berjumlah 1492, anggur 32 liter, dan 25 liter vodka. Kami tidak akan berhenti sampai disini, kita akan perangi peredaran miras di masyarakat ini,"kata Kapolres Muslimin.

Dikatakan Muslimin, seluruh miras ini berasal dari luar daerah. Karena di wilayah Kabupaten Magetan tidak ada produksi miras. Miras yang beredar di wilayah Magetan mayoritas berasal dari Bekonang, Sukoharjo, Jawa Tengah dan sedikit dari Ngawi.

"Magetan bukan produsen miras, kebanyakan miras yang beredar di Kabupaten Magetan hasil produksi warga masyarakat di luar daerah. Karena itu, kami sudah perintahkan personil Polres yang bertugas di perbatasan Jawa Tengah dan daerah tetangga untuk selalu awas, apabila ada kendaraan mencurigakan,"jelas Kapolres Muslimin.

Muslimin keras menghadapi peredaran miras berbagai jenis di wilayahnya. Karena selain membahayakan diri sendiri, miras pemicu utama tindak kriminalitas, gangguan keamanan, ketertiban masyarakat (kamtibmas). Tidak hanya itu, akhir akhir ini diberbagai wilayah miras sering meminta korban jiwa.

Baca: Rumah di Tengah Sawah di Karangploso Malang Dibobol Maling

"Miras ini penyebab kerawanan sosial di masyarakat. Sering menimbulkan tindak kriminalitas, setelah menenggak miras. Bahkan diantara korban meininggal akibat pesta miras itu baru berumur belasan tahun," ujar AKBP Muslimin.

Kegiatan pemusnahan itu selain dihadiri Bupati Magetan Sumantri, Ketua Pengadilan Negeri Magetan, Kepala Kejaksaan Negeri Magetan Atang Pujiyanto, Komandan Distrik Militer 0804 Magetan, dan perwakilan dari Lanud Iswahjudi.

Rombongan Forkopimda seusai acara pemusnahan miras di halaman Polres Magetan, langsung meluncur ke acara pengujian kesehatan sopir bus antar kota antar provinsi di halaman terminal Maospagi, Kabupaten Maospati. (Surya/Doni Prasetyo)

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved