Lewat Paguyuban Sardulo Sareswari, Perempuan Desa Sawoo Bikin Gebrakan Reog Wanita

Paguyuban seni reog perempuan 'Sardulo Sareswari' dibentuk dengan niatan untuk memberdayakan perempuan di Desa Sawoo.

Lewat Paguyuban Sardulo Sareswari, Perempuan Desa Sawoo Bikin Gebrakan Reog Wanita
ISTIMEWA
Paguyuban Seni Reog perempuan 'Sardulo Sareswari' dari Desa Sawoo, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Triana Kusuma

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Paguyuban seni reog perempuan 'Sardulo Sareswari' dibentuk dengan niatan untuk memberdayakan perempuan di Desa Sawoo, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo.

Menurut penuturan Heni Astuti yang merupakan pendiri Sardulo Sareswari mengatakan, pihaknya ingin membuat gebrakan baru dalam khasanah seni Reog Ponorogo.

Baca: Disebut Makin Cantik, Foto Agnez Mo Tanpa Editan Bagai Bidadari dan Auranya Bintang Banget

Menurut Heni Astuti, nama Sardulo Sareswari memiliki arti filosofis tersendiri.

"Sardulo berarti macan (harimau), sedang nareswari berarti perempuan atau bidadari. Kalau selama ini pakem reog adalah laki-laki, dalam inovasi baru ini kami ingin menunjukkan sisi yang berbeda dari pakem dominasinya (laki-laki), namun tetap dapat menunjukkan sisi keperempuannya," ujar Heni Astuti, Rabu (6/6/2018).

Terbentuknya Paguyuban Sardulo Nareswari ini memberi dampak bagi perempuan Desa Sawoo dan masyarakat sekitarnya.

Bahkan paguyuban yang didirikannya tersebut telah beberapa kali melakukan pementasan di berbagai daerah, tidak hanya di Ponorogo, tetapi juga di luar Ponorogo.

Baca: Siapa Sangka Bocah Berpipi Tembem dan Gendut Ini 25 Tahun Kemudian Jadi Sosok yang Digilai Para Pria

Pementasan di luar wilayah domisilinya membuat para perempuan ini berani dan percaya diri tampil di depan umum.

Jika dulu masyarakat yang menyatakan perempuan hanya konco wingking (teman belakang) kini mampu dikikis dengan adanya reog perempuan ini.

"Tidak hanya menjadikan destinasi wisata baru yang menarik perhatian masyarakat saja, dengan ini muncul nilai-nilai kemandirian dalam perempuan di Desa Sawoo, ini dibuktikan dengan semakin bertambahnya perempuan berkontribusi dalam pekerjaan di luar sebagai ibu rumah tangga," tambahnya.

Baca: Ingat Ida Iasha Bintang Sabun LUX yang Ikonik? Kini Berusia 54 Tahun, Penampilannya Tak Berubah!

Penulis: Triana Kusumaningrum
Editor: Alga Wibisono
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help