Polres Jember Gelar Apel Operasi Ketupat Semeru, Kapolres Ingin Warga Lakukan Ini

Polres Jember melakukan Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Semeru 2018, bertempat di lapangan Alun-alun Kabupaten Jember, Rabu (6/6/2018).

Polres Jember Gelar Apel Operasi Ketupat Semeru, Kapolres Ingin Warga Lakukan Ini
(surya/Erwin Wicaksono)
Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo tinjau persiapan Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Semeru 2018, bertempat di lapangan Alun-alun Kabupaten Jember, Rabu (6/6/2018). 

 TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Hari Raya Idul Fitri 2018 sudah semakin dekat, untuk menciptakan kondisi kondusif selama hari lebaran, Polres Jember melakukan Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Semeru 2018, bertempat di lapangan Alun-alun Kabupaten Jember, Rabu (6/6/2018).

Kapolres Jember, AKBP Kusworo Wibowo menuturkan, Operasi Ketupat Semeru 2018 ini merupakan operasi kepolisian terpusat yang dilaksanakan serentak diseluruh Polda jajaran.

Operasi itu digelar selama 18 hari, terhitung dari tanggal 7 hingga 24 Juni 2018.

Sebanyak 359 personil gabungan. Terdiri dari 202 personil Polri dan 157 personil dari instansi samping seperti TNI, Dishub, Satpol PP, stake holder terkait dan juga masyarakat dilibatkan dalam gelaran pengamanan ini.

Baca: Anggota Polres Madiun Tembak Seorang Perampok Truk Muat Rokok Dunhill Senilai Rp 3,9 Miliar

"Untuk operasi ketupat lebaran kita siapkan 359 gabungan, masyarakat juga kita libatkan untuk berpartisipasi dalam pengamanan," terang Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo, ketika seusai menghadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Semeru 2018, bertempat di lapangan Alun-alun Kabupaten Jember, Rabu (6/6/2018).

Tujuan diadakannya gelaran kali ini adalah dalam rangka menciptakan lingkungan kondusif guna memberi rasa aman dan nyaman kepada masyarakat pada saat perayaan Idul Fitri nanti.

Sementara itu, Kusworo menghimbau kepada masyarakat yang rumahnya sedang kosong untuk lebih memperketat pengamanan rumah masing-masing serta menginformasikan terlebih dahulu kepada Polsek, Koramil dan Kantor Kecamatan setempat jika hendak meninggalkan rumahnya lebih dari satu hari.

"Kami himbau kepada masyarakat untuk beri atensi lebih pada rumahnya, pasang teralis di jendela yang belum ada, pasang juga gembok yang original hal itu dapat menyulitkan pelaku kejahatan untuk melancarkan aksinya, bagi yang mau meninggalkan rumah harap lapor kepada polsek, koramil atau kantor kecamatan agar mempermudah kita dalam melakukan operasi pengamanan," himbau Kusworo.

Baca: Catat, Mulai 8 Juni Tol Fungsional Kertosono-Wilangan Hingga Usai Lebaran

Menurut Kapolres, rencana operasi disusun berdasarkan evaluasi operasi Ketupat Semeru tahun 2017.

Sehingga terdapat 4 potensi kerawanan yang harus diwaspadai dalam pelaksanaan operasi ketupat Semeru 2018 ini.

Stabilitas harga, arus mudik dan balik bencana alam dan gangguan kamtibmas seperti curat, curas, curanmor, copet, pencurian rumah kosong dan begal, serta persoalan terorisme.

Soal terorisme, Kusworo menjelaskan, kepolisian telah melakukan upaya antisipasi dengan meningkatkan deteksi intelijen yang diimbangi dengan penegakan hukum, mengoptimalisasi pengamanan dengan Satgas anti teror, serta memperketat pengamanan di tempat-tempat ibadah, pusat-pusat keramaian, mako dan meningkatkan aspek keselamatan personil pegamanan.

Petugas kepolisian yang bertugas didampingi personil bersenjata, diperkuat koordinasi dengan TNI. (Erwin Wicaksono)

Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help