Sambil Memainkan Pedang, Pelaku Curas di Pasuruan ini Bidik Motor Mahasiswi

Aksi pemuda ini benar-benar sadis saat menjadikan mahasiswa sebagai target perampasan motor dibawah ancaman pedang.

Sambil Memainkan Pedang, Pelaku Curas di Pasuruan ini Bidik Motor Mahasiswi
SURYA/GALIH LINTARTIKA
Jaini, pelaku curas motor dengan pedang saat ditangkap polisi di Pasuruan, Selasa (5/6/2018) malam. 

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Satreskrim Polres Pasuruan meringkus pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) menggunakan pedang, Selasa (5/6/2018) malam.

Dalam 2 x 24 jam, Korps Bhayangkara ini berhasil menangkap satu dari dua tersangka pelaku curas.

Dia adalah Jaini (19) warga Dusun Watugentong, Desa Ngantungan, Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan. Sedang satu temannya berinisial AJ kini masih dalam pengejaran kepolisian.

Kasat Reskrim Polres Pasuruan AKP Budi Santoso mengatakan, pada 2 Juni sekira pukul 16.00, Jaini dan rekannya AJ ini beraksi.

Keduanya berhasil merampas sepeda Honda Scoopy Nopol N 5509 TCI milik Maya Afry Nadilla (20) warga Dusun Krajan kulon, Desa Puspo, Kecamatan Puspo, Kabupaten Pasuruan.

"Allhamdulillah, 2 x 24 jam, kami langsung bergerak begitu mendapatkan laporan ini. Kami berhasil amankan satu tersangka dari dua orang pelakunya. Sisanya , masih dalam pengejaran kami," ujarnya, Rabu (6/6/2018).

Busan menerangkan, ceritanya, korban yang merupakan seorang mahasiswi di sebuah universitas di Pasuruan ini pulang ke rumahnya. Saat itu, posisinya masih sore dan jalanannya pun belum gelap.

"Korban ini dari Kota Pasuruan mau pulang ke rumah. Sesampainya di Jalan Raya Desa Mangguan, Kecamatan Pasrepan korban dibuntuti oleh dua pelaku yang menggunakan kendaraan sepeda motor Sonic. Namun, korban tidak sadar jika dibuntuti dua orang ini," tambahnya.

Setibanya di jalan raya Dusun Kebon Tengah Desa Puspo, lanjut Busan, korban disalip dan dihadang oleh dua pelaku.

Korban disalip saat tiba di lokasi persawahan yang sepi. Laju kendaraan korban dihentikan oleh keduanya, dan salah satu tersangka mencabut kunci kontak sepeda motor korban.

"Saat mengambil kunci sepeda motor itu, Jaini mengancam korban menggunakan pedang. Korban sangat ketakutan sekali. Korban tak berkutik, dan akhirnua menyerahkan sepeda motornya ke kedua pelaku ini. Selanjutnya, korban ditinggal di pinggir jalan," tambahnya.

Mantan Kasatreskrim Polres Mojokerto dan Tuban ini menambahkan, saat ini, pihaknya masih mengembangkan kasus ini. Kata dia, dalam pemeriksaan sementara, tersangka Jaini ini hanya mengaku membantu temannya AJ, yang masih diburu polisi.

"Jaini hanya membantu AJ. Dia mengklaim bahwa semua yang mengurusi penjualan sepeda motor rampasan, dan lainnya itu AJ. Nah, Jaini mengaku hanya membantu AJ dengan mengancam korban dan menaiki sepeda motor korban sebelum AJ membawa dan menjualnya. Jaini mengaku hanya mendapatkan jatah uang, tapi belum diterimanya,. Ini masih akan kami kembangkan lagi," tegasnya. (Surya/Galih)

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help