Berbalut Tradisi, Tembang Banjaran Bung Karno Meriahkan Peringatan Lahi Lahir Proklamator

Peringatan Hari Lahir Sang Proklamator di rumah masa kecil Bung Karno di Kediri berlangsung penuh warna dalam balut tradisi.

Berbalut Tradisi, Tembang Banjaran Bung Karno Meriahkan Peringatan Lahi Lahir Proklamator
SURYA/DIDIK MASHUDI
Kegiatan mocopat memperingati lahirnya Bung Karno ke 166 di Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kabuparen Kediri. 

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Rumah masa kecil Bung Karno di Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri menggelar peringatan hari lahir Sang Proklamator.

Kegiatan diisi dengan doa bersama dan mocopatan, Rabu (6/6/2018) malam.

Peringatan hari lahir Bung Karno ini terasa istimewa dengan hadirnya Ki Amang, pencipta tembang Banjaran Bung Karno. Puluhan pengagum Bung Karno dan komunitas mocopat juga hadir.

Kushartono, pengelola rumah masa kecil Bung Karno menjelaskan, sebuah kehormatan acara mocopat memperingatai tokoh Proklamator dihadiri oleh Ki Amang, sang pencipta tembang Banjaran Bung Karno.

"Kita bangga punya Pancasila. Kita gembira Indonesia Merdeka. Kini kita punya Negara Kesatuan Republik Indonesia," ungkap Kushartono.

Ditambahkan, semua itu boleh jadi hanya mimpi, seandainya tidak lahir Soekarno, Sang Penggali Pancasila, Proklamator Kemerdekaan Bangsa dan Presiden Pertama.

Kegiatan doa bersama ini dihadiri tokoh lintas agama. Pengangum Bung Karno dari Blitar dan Tulungagung juga banyak yang hadir.

"Kami memilih hari Kamis Pon tanggal 6 Juni. Ini persis hari, tanggal dan pasaran, kelahiran Bung Karno," jelasnya.

Peringatan hari lahir Bung Karno dimulai dengan pembacaan doa umat lintas agama. Kemudian dilanjutkan dengan seni mocopatan hingga tengah malam. (Surya/dim)

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help