Pilgub Jatim 2018

Khofifah Komitmen Berdayakan Ekonomi Perempuan Desa Hutan Lewat Petik Kemas Olah Jual

Hari ini, Kamis (7/6/2018), LMDH Jember, Situbondo, Bondowoso dan Banyuwangi melakukan deklarasi serupa.

Khofifah Komitmen Berdayakan Ekonomi Perempuan Desa Hutan Lewat Petik Kemas Olah Jual
(Surya/Fatimatuz zahroh)
Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Banyuwangi, Bondowoso, Jember, Situbondo melakukan deklarasi mendukung pasangan calon gubermur dan calon wakil gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak, di warung Kembang, Jember, Kamis (7/8/2018). 

TRIBUNJATIM.CO, JEMBER - Usai deklarasi Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) se Jawa Timur dam penandatangan pakta integritas untuk memenangkan pasangan Khofifah Emil dilakukan, pemantapan di tingkat bawah semakin menguat.

Hari ini, Kamis (7/6/2018), LMDH Jember, Situbondo, Bondowoso dan Banyuwangi melakukan deklarasi serupa.

Tak kurang ada 300 masyarakat desa hutan dari empat kabupaten tersebut menandatangani pakta integritas bersama Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut 1 Khofifah Indar Parawansa dan jajaran tim pemenangan.

Dalam kesempatan tersebut Khofifah menyampaikan bahwa komitmennya untuk menyejahterakan masyarakat desa hutan bukan hanya komitmen di atas kertas.

Namun ia sudah menyusun tekad dan program untuk meningkatkan ekonomi masyarakat desa hutan, khususnya dari kalangan perempuan.

"Ibu-ibu di sekitar hutan, sejak saya masih menjadi Kepala BKKBN tahun 1999, saya yang waktu itu paling sering menyebutkan petik kemas olah jual. Ini juga yang ingin kami lakukan untuk bisa memberdayakan ekonomi perempuan di desa hutan," ucap Khofifah di hadapan ratusan warga LMDH Banyuwangi, Jember, Situbondo dan Bondowoso.

Program petik kemas olah jual itu ia cetuskan lantaran selama ini kebanyakan masyarakat desa hutan menjual hasil pertanian mereka dalam kondisi belum diolah.

Seperti pisang, begitu masak pohon langsung dijual. Lalu juga singkong, belum diolah sudah dijual dalam bentuk mentah. Padahal produk itu bisa diplah, misal dijadikan keripik, atau dijadikan olahan makanan lain.

Hal tersebut disayangkan Khofifah lantaran jika ada proses pengolahan dan pengemasan yang layak maka nilai hasil agro masyarakat desa hutan akan meningkat.

"Maka nilai tambah itu ada di pengolahan. Kalau ibu-ibu perempuan sekitar hutan mampu menerapkan petik olah kemas jual maka akan lebih besar yang diperoleh," kata Khofifah.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help