OTT KPK di Jatim

Syahri Tetap Ikut Pilkada Tulungagung, Hingga Penetapan Pemenang

Syahri Mulyo ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), namun proses Pilkada Tulungagung

Syahri Tetap Ikut Pilkada Tulungagung, Hingga Penetapan Pemenang
Surya/David Yohanes
Syahri Mulyo dan Maryoto Birowo (berpeci) saat akan mendaftar ke KPU Tulungagung. 

TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Meski calon bupati nomor urut dua, Syahri Mulyo ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), namun proses Pilkada Tulungagung  akan tetap berjalan secara normal.

"Pencalonannya tidak bisa dibatalkan, jadi prosesnya terus berjalan," terang Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tulungagung, Suprihno, Jumat (8/6/2018).

Suprihno menjelaskan, dalam Peraturan KPU nomor 15 tahun 2017, perubahan dari PKPU nomo3 3 tahun 2017, ada tiga penggantian calon.

Pertama calon berhalangan tetap, kedua calon sakit permanan dan ketiga calon dijatuhi pidana berkekuatan hukum tetap.

"Bisa diganti dalam masa verifikasi dan 30 hari sebelum pemungutan suara. Lebih dari itu tidak bisa diganti," ungkap Suprihno.

Baca: Jadi Tersangka KPK, Rumah Bupati Tulungagung Syahri Mulyo Langsung Sepi, Lampu Dibiarkan Nyala

Sehingga dipastikan, Syahri Mulyo tetap akan menjalani proses Pilkada hingga penetapan pemenang.

Jika Syahri menang dalam Pilkada dan perkaranya inkracht serta diputus bersalah, maka sudah menjadi ranah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Syahri bisa dilantik, kemudian diberhentikan dan diganti oleh wakilnya.

"Wakilnya naik, kemudian partai pengusung mencari pengganti untuk wakil bupati," tambah Suprihno.

Baca: Polres Blitar Kota Siap Membantu KPK Tangkap Wali Kota Blitar

Kini setelah salah satu calon menjadi tersangka KPK, Suprihno mengkhawatirkan melonjaknya Golput (golongan putih).

Sebab bisa jadi dengan kejadian ini masyarakat menjadi apatis dan tidak menyalurkan suaranya dalam Pilkada.

Sebelumnya KPU menergetkan angka keikutsertaan pemilih hingga 77,5 persen.

"Bisa-bisa target KPU tidak bisa tercapai gara-gara kejadian ini," tegasnya.

Karena itu Suprihno berharap masyarakat tetap antusias menyalurkan suaranya. (David Yohanes)

Penulis: David Yohanes
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help