Gemukkan Sapi, Komunitas Pengusaha dan Pekerja Pilih Gandeng Pondok Pesantren

Pondok pesantren dipilih Komunitas Pengusaha dan Pekerja untuk pengembangan penggemukan sapi.

Gemukkan Sapi, Komunitas Pengusaha dan Pekerja Pilih Gandeng Pondok Pesantren
SURYA/MUCHSIN RASJID
Sekjen KPPN Pusat, Moch Dhofir Alwi (pegang mic) saat memberikan pemaparan program KPPN di Islamic Centre Pamekasan, Jumat (8/6/2018) malam. 

TRIBUNJATIM.COM, PAMEKASAN – Untuk memberdayakan ekonomi di kalangan pondok pesantren (Ponpes), Komunitas Pengusaha dan Pekerja Nasional (KPPN) kini bekerja sama dengan sejumlah ponpes di Madura, untuk mengembangkan peternakan sapi.

Kerjasama yang dilakukan KPPN dengan ponpes, di bawah naungan PT Dumpal Nusantara Persada Holding Company ini, rencananya akan dimulai akhir Juni 2018 mendatang, berupa pemberian kandang, bibit sapi sekaligus pakan ternak sapi serta pemasarannya ditangani KPPN.

Sekjen DPP KPPN Pusat, Moch Dhofir Alwi mengatakan, saat ini sudah terdapat sekitar  50 ponpes di Pamekasan yang mengajukan diri untuk menjalin kerja sama dengan PPKN.

“Alhamdulillah, sambutan pondok pesantren terhadap program kerjasama yang kami tawarkan ini cukup baik. Program ini merupakan ekonomi kreatif untuk membantu kegiatan di ponpes. Dan proses pengajuan ini, prasaratnya tidak ribet. Apalagi semua kebutuhan kami yang menyediakan,” ujarnya, kepada Tribunjatim.com, di sela-sela pembukaan kantor Perwakilan PPKN Madura, di gedung Islamic Centre, Pamekasan, Jumat (8/6/2018) malam.

Menurut Dhofir Alwi, pihaknya menargetkan untuk tiap-tiap kabupaten di Madura ini,  sebanyak 100 ponpes atau lembaga pendidikan islam.

Sehingga untuk triwulan pertama setiap kabupaten akan dibangunan 30 unit kandang sapi. Dan tiap kandang sapi ini, berisi 24 ekor sapi, jantan dann patina serta sapi petangkaran.

Dikatakan, setelah tiga bulan pertama nanti, diprediksi tiap kandang sapi ini akan menghasilkan keuntungan sebesar Rp 60 juta.

Dari hasil yang didapaat ini nanti bagi hasil dengan prosentase 70 : 30. Artinya 70 persen untuk ponpes dan 30 persen untuk KPPN.

“Jadi tujuan program kami ini, untuk mengangkat kesejahteraan ponpes secara lembaga, bukan personal. Sehingga hasil ini bisa digunakan untuk kepentingan pengembangan dan peningkatan pendidikan di ponpes yang bersangkutan,” tegas Dhofir Alwi. (Surya/Sin)

Penulis: Muchsin Rasjid
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help