Pilgub Jatim 2018

Gus Ipul Dorong Perda Wajib Madin, Pasuruan Dijadikan Percontohan untuk Seluruh Daerah di Jawa Timur

Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut dua, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mendukung penuh pemerintah daerah yang memberikan perhatian khusus.

Gus Ipul Dorong Perda Wajib Madin, Pasuruan Dijadikan Percontohan untuk Seluruh Daerah di Jawa Timur
ISTIMEWA
Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut dua, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) hadir pada silaturahmi bersama masyarakat Lekok, Nguling, Grati di Yayasan Taman Pendidikan Nahdlatul Ulama, Lekok Pasuruan, Minggu (10/6/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut dua, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mendukung penuh pemerintah daerah yang memberikan perhatian khusus kepada madrasah diniyah.

Termasuk, dengan membuat regulasi melalui Peraturan Daerah (Perda) Madin.

Gus Ipul mencontohkan Kabupaten Pasuruan yang secara khusus memiliki Perda ini.

"Pasuruan bisa menjadi contoh daerah lain agar lebih memperhatikan madin melalui Perda," kata Gus Ipul pada acara Silaturrahim bersama masyarakat Lekok, Nguling, Grati di Yayasan Taman Pendidikan Nahdlatul Ulama, Lekok, Pasuruan, Minggu (10/6/2018).

Di acara ini juga dihadiri oleh Bupati Pasuruan yang tengah cuti juga sebagai Calon Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf. Irsyad yang juga adik Gus Ipul ini hadir bersama Calon Wakil Bupati Pasuruan, KH Mujib Imron.

Selain itu, hadir pula tokoh masyarakat, guru madin, hingga ribuan warga dari pelosok Pasuran hadir di acara silaturrahmi ini. Mereka sepakat mendukung Gus Ipul.

Kampanyekan Gus Ipul-Mbak Puti Selama Libur, Risma: Jawa Timur Tak Butuh Pemimpin Keminter )

Untuk diketahui, program wajib madin di Kabupaten Pasuruan sudah dilaksanakan tahun pelajaran 2016-2107 di bawah kepemimpinan Bupati Irsyad Yusuf.

Program wajib madin Kabupaten Pasuruan didasarkan pada Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Pasuruan nomor 4 tahun 2014, tentang penyelenggaraan pendidikan dan diperkuat Peraturan Bupati Pasuruan Nomor 21 tahun 2016.

Saat ini, ada sekitar 122.726 lebih pelajar tingkat SD dan SMP sudah melaksanakan wajib madin. Rinciannya, 118.036 pelajar SD atau tingkat dasar (Ula) dan 4.692 pelajar SMP atau tingkat menengah (Wustho). P

ara santri madin ini belajar di 1.439 lembaga yang tersebar di 24 kecamatan.

Halaman
12
Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Edwin Fajerial
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help