LBH NU Kediri : Hukum Berat Pembunuh Anggota Fatayat NU

Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdatul Ulama (LPBH NU) Kabupaten Kediri meminta kepada Kapolres Kediri

LBH NU Kediri : Hukum Berat Pembunuh Anggota Fatayat NU
Tribunnews
Ilustrasi. 

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdatul Ulama (LPBH NU) Kabupaten Kediri meminta kepada Kapolres Kediri segera mengungkap dan  menangkap pelaku pembunuhan yang menimpa Binti Nafiah (38) anggota Fatayat NU Ranting Desa Cangu, Kecamatan Badas.

"Memberikan atensi penuh kepada Kapolres Kediri beserta jajaranya dalam proses penegakan hukum, serta akan mengawal proses hukum kasus tersebut. Terhadap pelaku agar dijatuhi hukuman yang seberat beratnya," tandas Taufiq Dwi Kusuma,SH, Sekretaris LPBH NU, Minggu (10/6/2018).

Supaya kejadian serupa tidak terulang, kepada Kapolres Kediri beserta jajaranya untuk meningkatkan kegiatan

patroli keamanan di wilayah hukum Polres Kediri. Intensifnya patroli diharapkan dapat menciptakan rasa aman kepada masyarakat serta mewaspadai berbagai gangguan keamanan dalam rangka terwujudnya situasi masyarakat Kediri yang kondusif.

Baca: Ulah Perampok, Pemilik Toko di Kabupaten Kediri ini Ditemukan Tewas Mengenaskan

Diberitakan sebelumnya, Binti Nafiah, anggota Fatayat NU Ranting Desa Cangu, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri ditemukan tewas dengan luka di bagian kepala.

Korban diduga dihabisi pencuri yang menyatroni toko miliknya. Kejadian itu sempat diketahui anak bungsunya Sirojul Munir (9).

Setelah pelaku kabur, pelajar SD ini kemudian memberitahu tetangganya jika ibunya dianiaya pencuri yang masuk ke toko rumahnya. Namun saat para tetangga berdatangan ke rumahnya, korban sudah meninggal dengan posisi terlentang di lantai.

Dari bagian kepala mengeluarkan darah. Diduga korban dihabisi dengan dipukul benda tumpul pada bagian kepala. Barang bukti untuk menghabisi korban masih dicari petugas.

Baca: 5 Fakta Pedro Carrascalao, Pria yang Diduga Sebagai Ayah dari Putra Sarah Azhari

Dari hasil olah TKP petugas juga ditemukan dompet. Sejumlah barang dagangan di toko milik korban juga hilang.

Selama ini korban tinggal berdua bersama anak bungsunya. Karena suami dan anak sulungnya bekerja di Surabaya.

Sementara Kasubag Humas Polres Kediri AKP Setyabudi saat dikonfirmasi menjelaskan, petugas masik melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus kematian Binti Nafiah.(dim)

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help