Parade Musik Patrol, Cara UKM Kesenenian Unej Lestarikan Kearifan Lokal

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kesenian Universitas Jember bertekad turut melestarikan kesenian asli Jember, musik patrol

Parade Musik Patrol, Cara UKM Kesenenian Unej Lestarikan Kearifan Lokal
(surya/Erwin Wicaksono)
Kelompok musik musik patrol Kantra unjuk kebolehan dihadapan dewan juri. 

 TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kesenian Universitas Jember bertekad turut melestarikan kesenian asli Jember, musik patrol.

Salah satu caranya adalah dengan istiqomah menggelar kegiatan Festival Musik Patrol seperti yang di gelar Sabtu malam (9/6/2018) di double way kampus Tegalboto berjalan sampai pelataran alun-alun Jember.

Semenjak tahun 2001, UKM Kesenian Universitas Jember tidak pernah absen menggelar ajang unjuk kebolehan bagi para seniman musik tradisional asli Jember, yang tahun ini memilih tema Kentongan Wolulas.

Malam itu sebanyak 21 kelompok musik patrol dari Jember turut berpartisipasi menyemarakkan suasana malam ke 25 bulan Ramadhan. Setelah unjuk kebolehan di hadapan dewan juri, setiap kelompok musik patrol kemudian melanjutkan dengan pawai menghibur masyarakat Jember, dengan rute dari Kampus Tegalboto menuju alun-alun Jember.

Baca: Vanessa Angel Blak-Blakan Pamer Transferan dari Pacar Polisinya, Jumlah Uangnya Ramai Dikomentari

Menurut Afif Jauhari, ketua panitia kegiatan, Karnaval Musik Patrol digelar selain untuk melestarikan ikon musik asli Jember, juga dimaksudkan untuk mengembangkan musik patrol itu sendiri.

“Jadi yang kami tekankan bukan melulu semangat kompetisinya, sebab Karnaval Musik Patrol diadakan tidak dengan tujuan utama mencari pemenang, tapi lebih pada bagaimana mengembangkan musik patrol agar lebih baik lagi, ini adalah kearifan lokal Jember jadi harus tetap hidup” ujar mahasiswa FKIP itu.

Pihak UKM Kesenian Universitas Jember memberikan subsidi bagi semua peserta Karnaval Musik patrol.

Oleh karena itu Afif Jauhari menambahkan, setelah semua kelompok unjuk kebolehan pada hari Sabtu malam, maka akan diadakan sarasehan di hari Minggu malam (10/6/2018) di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa, yang diisi dengan diskusi mengenai pengembangan musik patrol oleh para juri, yakni M. Ikhwan Setiawan dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember, serta dua seniman perkusi, Sardulo Kelana dan Ali Gunardi.

“Sebagai bentuk apresiasi, nanti juri akan mengumumkan kelompok terbaik, beserta musisi terbaik di tiap kategori,” imbuh Afif Jauhari.

Baca: Alfredo Vera Soroti Soal Insiden Irfan Jaya Yang Dilanggar Pemain PSM Dari Belakang

Inisiatif UKM Kesenian Universitas Jember menggelar Karnaval Musik Patrol mendapatkan apresiasi dari Arief Tjahyono, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jember, yang malam itu turut hadir menyaksikan. Menurutnya musik patrol adalah musik tradisional asli Jember yang awalnya digunakan untuk membangunkan warga untuk sahur di bulan Ramadhan.

Halaman
12
Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help