Video Pengeroyokan Viral di Medsos, Polisi Tangkap Tiga Remaja Jombang ini

Petugas Polsek Diwek, Polres Jombang akhirnya menangkap tiga tersangka yang diduga melakukan penganiayaan terhadap seorang remaja

Video Pengeroyokan Viral di Medsos, Polisi Tangkap Tiga Remaja Jombang ini
Surya/Sutono
Kapolsek Diwek AKP Bambang Setyo Budi (kanan) membawa para tersangka penganiayaan yang videonya sempat viral.(sutono) 

 TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Petugas Polsek Diwek, Polres Jombang akhirnya menangkap tiga tersangka yang diduga melakukan penganiayaan terhadap seorang remaja lelaki.

Penganiayaan sempat menghebohkan karena rekaman videonya viral di media sosial (medsos). Dalam video tersebut terlihat delapan remaja lelaki mengeroyok empat remaja laki-laki, dengan lokasi di tepi jalan.

"Kami sudah mengamankan tiga pelaku. Saat ini, ketiganya kami minta keterangan. Selain itu, kami juga meminta keterangan dua korban," ujar Kapolsek Diwek AKP Bambang Setyobudi, Minggu (10/6/2018).

Bambang menjelaskan tiga orang yang diamankan seluruhnya m asih di bawah umur. Masing-masing MR (14), FR (17), serta KG (14). Mereka seluruhnya warga Desa Kwaron, Kecamatan Diwek.

Baca: LBH NU Kediri : Hukum Berat Pembunuh Anggota Fatayat NU

Sedangkan dua korban yang diminta keterangannya masing-masing EG (17) serta LR (15), warga asal Kecamatan Mojowarno, Jombang.

"Motifnya masih kita selidiki. Namun dugaan awal pengeroyokan tersebut dipicu masalah asmara. Pelaku cemburu terhadap korban," ujar Bambang.

Diketahui, sebuah video berdurasi 30 menit berisi tentang pengeroyokan sempat viral melalui medsos. Dalam video tersebut terlihat empat remaja laki-laki duduk di pinggir jalan.

Baca: 5 Fakta Pedro Carrascalao, Pria yang Diduga Sebagai Ayah dari Putra Sarah Azhari

Seorangu dari mereka ada yang masih mengenakan pakaian sekolah. Sedangkan di dekat mereka ada sekitar delapan anak berdiri mengelilingi keempat remaja lelaki.

Sejumlah sepeda motor juga terparkir tidak jauh dari mereka. Tak berselang lama, sejumlah remaja yang berdiri tiba-tiba menendang dan memukul bocah yang sedang duduk.

Hal itu dilakukan secara membabi-buta. Dua anak yang sebelumnya duduk, sontak berdiri sembari memegangi kepala. Sementara dua lagi menjadi bulan-bulanan. Bahkan para pengeroyok sempat menginjak kepala korban.(Surya/Sutono)

Penulis: Sutono
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help