Pilgub Jatim 2018

Emil Dardak Komitmen Lakukan Pemerataan Ekonomi di Jawa Timur

Emil Elestianto Dardak saat bersilaturahmi masyarakat di Desa Golokan, Sidayu, Kabupaten Gresik, Minggu (10/6/2018) malam.

Emil Dardak Komitmen Lakukan Pemerataan Ekonomi di Jawa Timur
(Surya/Fatimatuz zahroh)
Calon wakil gubernur, Emil Elestianto Dardak saat bersilaturahmi masyarakat di Desa Golokan, Sidayu, Kabupaten Gresik, Minggu (10/6/2018) malam. 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Ketimpangan pembangunan antara wilayah Jawa Timur utara dan selatan hingga saat ini masih terjadi.

Hal tersebut yang membuat pasangan calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut 1 Khofifah-Emil getol menyuarakan pembangunan wilayah selatan.

Meski ada prioritas pembangunan wilayah selatan, namun bukan berarti pembangunan wilayah utara Jawa Timur akan ditinggalkan. Komitmen itu disampaikan calon wakil gubernur, Emil Elestianto Dardak saat bersilaturahmi masyarakat di Desa Golokan, Sidayu, Kabupaten Gresik, Minggu (10/6/2018) malam.

Emil menegaskan ia dan Khofifah bertekad melakukan pemerataan ekonomi di Jawa Timur agar tidak ada kesenjangan antara Utara dan Selatan.

Baca: Gunakan Capil Bersejarah Saat Pelantikan HKTI, Khofifah Katakan Petani Perlu Beralih Teknologi

Menurut Bupati Trenggalek non aktif, upaya pengembangan wilayah selatan ini bukannya untuk membuat persaingan antara Utara dan Selatan, melainkan pengembangan wilayah Selatan ini justru semakin memperluas jangkauan perekonomian Jawa Timur.

"Saya tadi bercerita kepada warga masyakat Gresik, Jawa Timur ini harus dibangun dari segala penjuru. Jangan dikira kalau kita membangun Selatan ini maka Utara menjadi merugi. Justru pembangunan di Selatan itu akan memperkokoh ekonomi Jawa Timur," kata suami Arumi Bachsin ini.

Sehingga, dilanjutkan Emil, wilayah utara bisa lebih mendorong ekonomi lebih baik lagi. Ini karena wilayh selatan bisa menjadi mitra yang lebih kokoh.

Lebih jauh, Emil menambahkan bahwa upaya mewujudkan pemerataan ekonomi dengan membangun kawasan selatan Jawa Timur bukanlah mimpi kosong.

Ia menceritakan upayanya bersama sejumlah kepala daerah membuat petisi untuk membangun pelayaran perintis selatan Jawa yang akhirnya membuahkan hasil.

Baca: H-4 Lebaran, Antrean Pengambilan Nomor Beli Tiket Mengular hingga Ratusan Meter di Stasiun Wonokromo

Berawal dari petisi tersebut akhirnya, tanggal (9/6/2018) telah diresmikan pelayaran perintis selatan Jawa di Cilacap dengan pelayaran perdana mengangkut semen dari Cilacap menuju Banyuwangi dan Bali.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help