Pecinta Musang Pamekasan Bagi Takjil di Jalan

ecinta Musang Pamekasan bakti sosial berupa pemberian takjil untuk buka puasa ke warga di Jl Raya Sumenep, Pamekasan, Minggu

Pecinta Musang Pamekasan Bagi Takjil di Jalan
muchsin/surya
Ketua Pamungkas, Sri Wahyuning Astutik, saat memberikan takjil kepada salah seorang penarik becak. 

TRIBUNJATIM.COM, PAMEKASAN – Indahnya berbagi, begitulah kalimat yang diucapkan warga komunitas musang yang tergabung dalam Pecinta Musang Pamekasan (Pamungkas), tat kala melakukan bakti sosial berupa pemberian takjil untuk buka puasa ke warga di Jl Raya Sumenep, Pamekasan, Minggu (10/6/2018) petang.

Para pencinta musang dari berbagai kalangan, pemuda, pria dan wanita ini memberikan takjil kepada setiap warga yang melintas di jalan raya di lokasi itu, baik penarik becak, pengendara sepeda motor maupun pengendara roda empat.

Semula, warga yang melintas tidak menduga akan mendapatkan takjil gratis. Sebab dari kejauhan warga melihat hanya melihat sekolompok orang berkerumun s di pinggir jalan di depan sebuah hotel.

Di antara mereka menggendong musang dari berbagai jenis, baik musang bulan, musang akar maupun musang pandan yang sudah jinak.

Baca: Vanessa Angel Pamer Transferan dari Pacar Polisinya hingga Rahasia Artis ini Mantab Tutup Aurat

Ketika warga berhenti untuk melihat kelucuan musang yang tubuhnya besar, warga kaget karena pada saat itu mereka disuguhi takjil gratis. Sehingga mereka senang dan mengucapkan terima kasih.

Karena yang mendapatkan takjil, bukan hanya kalangan penarik becak dan pengendara sepeda motor, namun pengemudi mobil, yang kebetulan berhenti melihat kelucuan musang, juga mendapat bagian takjil.

“Terima kasih takjilnya. Kami berhenti bukan berharap agar mendapat takjil, namun kami tertarik untuk melihat kelucuan musang yang digendong itu. Tubuhnya besar dan jinak lagi,” ujar seorang pengendara mobil sambil tersenyum dan berlalu.

Pemberian takjil buka yang dilakukan Pamungkas berlangsung selama 30 menit, mulai pukul 16.30 sampai pukul 17.00 mendapat sambutan antusias warga. Sebanyak 300 bungkus takjil berupa segelas es buah yang disediakan itu langsung habis.

Baca: Rebutan PSK, Pria Mojokerto ini Lakukan Penganiayaan

Ketua Pamungkas, Sri Wahyuning Astutik, kepada Tribunjatim.com, mengatakan, ia sengaja memilih lokasi pemberian takjil di pinggiran kota, yang berjarak sekitar 4 km e arah timur kota Pamekasan, semata-mata agar bagi takjil ini sesuai harapan, yakni penarik becak dan pengayuh sepeda ontel dan tidak mengganggu arus lalu lintas.

 Sementara penarik becak dan pengayuh sepeda ontel yang melintas di lokasi itu hanya puluhan, sementara pengendara sepeda motor dan roda empat berjejal, sehingga pihaknya tidak pilih kasih untuk memberikan takjil, biar mereka sama-sama merasakan.

 “Alhamdulillah, jika kami selama ini di luar romadhan sering berkumpul di tengah kota untuk menampilkan kelucuan musang, maka di bulan ramadhan yang penuh rahmat dan ampunan ini, kami ingin berbagi dengan sesama, walau hanya sekadar takjil,” kata Sri Wahyuning Astutik, yang kemudian acaranya dilanjutkan buka bersama dan salat tarawih.(sin)

Penulis: Muchsin Rasjid
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help