Jelang Lebaran Idul Fitri, Hias Mahar Pernikahan Banjir Pesanan

Pesanan mahar berbahan uang koin/receh tetap panen, meski lebih sulit dibandingkan berbahan uang kertas.

Jelang Lebaran Idul Fitri, Hias Mahar Pernikahan Banjir Pesanan
SURYA/AHMAD FAISOL
Devriansyah Kurniawan menunjukkan lembaran uang kertas senilai Rp 1 edisi 1961 saat mengerjakan pesanan mahar bertemakan masjid, Selasa (12/6/2018) 

TRIBUNJATIM.COM, BANGKALAN - Perayaan Hari Idul Fitri menjadi pertanda bahwa Bulan Syawal telah tiba. Bulan kesepuluh dalam penanggalan hijriyah itu identik dengan bulan penuh hajatan atau musim pernikahan.

Momen ini menjadi berkah bagi Raja Mahar, Jalan Jokotole Kelurahan Kraton, Bangkalan. Pesanan hias mahar unik dari pasangan calon pengantin berdatangan sebelum Ramadan.

"Order hias pernikahan'>mahar pernikahan sudah masuk dua bulan yang lalu. Menjelang musim manten, ada peningkatan pesanan mahar hingga 200 persen," ungkap pemilik Raja Mahar Devriansyah Kurniawan, Selasa (12/6/2018).

Pesanan hias pernikahan'>mahar pernikahan produk CV Devri Art Priduction itu berbahan uang kertas dan uang koin. Rata-rata bertemakan masjid, love, hingga siluet wajah pasangan calon pengantin.

Devri mengatakan, pesanan mahar berbahan uang koin atau receh lebih sulit dibandingkan dengan mahar berbahan uang kertas.

Kesulitan itu, lanjutnya, bukan terletak pada produksi melainkan tentang ketersediaan uang koin. Terlebih pemesan meminta bahan koin kuno.

"Saya harus mencari koin kuno ke Surabaya. Tapi sejauh ini teratasi karena ada rekanan seorang kolektor koin kuno," kata pemuda berusia 28 tahun itu.

Pantauan Surya di rumah produksi Raja Mahar, terlihat beragam koin kuno dalam negeri. Seperti koin senilai Rp 5 edisi 1974, Rp 10 edisi 1979, Rp 2 edisi 1970, Rp 50 edisi 1950. Bahkan ada beberapa lembar uang kertas senilai Rp 1 edisi 1961.

"Ada juga pemesan yang bawa Dollar, Won, dan Riyal. Tema tergantung selera pemesan," ujar peraih Juara I Kategori Wirausaha Muda Berprestasi Tingkat Nasional 2015 Bidang Industri Kreatif itu.

Para pemesan bukan hanya datang dari Bangkalan saja. Namun datang dari Jakarta dan hampir seluruh kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

"Kami baru saja packing untuk kiriman ke Maluku dan Pulau Natuna. Hampir ke seluruh wilayah di Indonesia," paparnya.

Ia menambahkan, harga setiap pesanan tergantung pada tingkat kerumitan pembuatan. Mulai dari Rp 250 ribu hingga Rp 1,5 juta.

"Kami pernah membuat hiasan Love seharga Rp 30 juta. Berbahan uang kertas pecahan Rp 100 ribu," pungkasnya. (Surya/Ahmad Faisol)

Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help