OTT KPK di Jatim

Wali Kota Blitar Ditangkap KPK, Paguyuban Abang Becak Gelar Doa Bersama

Para abang becak dan warga terlihat khusuk mendoakan Wali Kota Samanhudi Anwar yang ditahan KPK. Wakil Wali Kota Santoso juga ikut.

Wali Kota Blitar Ditangkap KPK, Paguyuban Abang Becak Gelar Doa Bersama
SURYA/SAMSUL HADI
Wakil Wali Kota Blitar, Santoso (depan paling kiri) ikut hadir dalam acara doa bersama untuk Wali Kota Blitar Samanhudi Anwar yang diadakan paguyuban abang becak wisata di PIPP, Selasa (12/6/2018) malam. 

TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Paguyuban Abang Becak wisata di kawasan Makam Bung Karno menggelar doa bersama untuk Wali Kota Blitar, M Samanhudi Anwar, yang ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus dugaan suap oleh KPK.

Acara doa bersama diadakan secara sederhana di Pusat Informasi Pariwisata dan Perdagangan (PIPP), Selasa (12/6/2018) malam.

Para abang becak dan warga berkumpul di balai yang ada di kawasan PIPP. Mereka duduk lesehan di atas karpet warna merah.

Para abang becak dan warga terlihat khusuk berdoa bersama untuk Samanhudi Anwar. Wakil Wali Kota Blitar, Santoso juga ikut hadir dalam acara doa bersama itu.

Baca: Wali Kota Blitar Mendadak Tak Hadiri Apel Kesiapan Pengamanan Pilgub Jatim, Ada Apa?

Koordinator Paguyuban Abang Becak Wisata di kawasan MBK, Nedi Slamet mengatakan acara doa bersama ini merupakan inisiatif dari para abang becak.

Para abang becak ikut simpati dengan kasus yang menimpa Wali Kota Blitar, M Samanhudi Anwar.

"Kami mendoakan bapak Samanhudi agar diberi kekuatan, ketabahan, dan kesehatan dalam menghadapi masalah ini," kata Nedi Slamet, sebelum acara doa bersama dimulai.

Nedi mengatakan faktor yang mendorong para abang becak menggelar doa bersama salah satunya soal program sekolah gratis yang digagas Samanhudi saat menjabat wali kota.

Baca: Dua Kardus Penuh Uang Pecahan 100 Ribu dan 50 Ribu Ditemukan KPK, ini Jabatan 5 Orang yang Terciduk

Baca: Ungkap Dugaan Suap Wali Kota Blitar, KPK Geledah Tiga Lokasi Penting ini

Menurutnya, program sekolah gratis sangat membantu warga terutama kalangan keluarga menengah ke bawah.

"Kami, para abang becak sangat terbantu dengan program sekolah gratis. Kami tidak memikirkan biaya sekolah untuk anak-anak kami," ujar Nedi.

Halaman
12
Penulis: Samsul Hadi
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help