Perbandingan Reaksi Tri Rismaharini dan Anies Baswedan Soal Takbir Keliling, Kamu Setuju yang Mana?

Coba kalian bandingin, reaksi dan sikap Anies Baswedan dan Tri Rismaharini soal takbir keliling. Kalian pro yang mana?

Perbandingan Reaksi Tri Rismaharini dan Anies Baswedan Soal Takbir Keliling, Kamu Setuju yang Mana?
istimewa
Risma dan Anies Baswedan 

Masjid Al Hidayah, Kelurahan Sungai Bambu, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara

Baca: Padahal Dipenjara, Video Dimas Kanjeng Pamerkan Uang Beredar, Kepala Rutan Ungkap Fakta Sebenarnya

Risma larang takbir keliling

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini melarang aktivitas takbir keliling di seluruh wilayah Surabaya. Takbir bersama saat malam Hari Raya Idul Fitri itu sebaiknya dilakukan di dalam masjid atau musala seluruh Surabaya.

"Tidak boleh takbir keliling di seluruh wilayah Surabaya. Ini seusai imbauan Ibu Wali Kota. Silakan takbir keras-keras di musala atau masjid," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Perlindungan Masyarakat (BPB Linmas) Kota Surabaya, Eddy Cristiyanto, Senin (11/6/2018).

Dia menuturkan bahwa saat malam Lebaran harus diupayakan menciptakan keamanan dan ketertiban bersama. Semua dilakukan untuk lebih memaknai malam takbir yang lebih khidmat.

Dalam setiap kesempatan menemui RT dan RW seluruh Surabaya, Risma selalu mengimbau agar semua menjaga ketertiban bersama. Termasuk mengimbau agar masyarakat Surabaya tidak menggelar takbir keliling.

Baca: Rajin Kritik Pemerintah dan Bakal Nyapres, Amien Rais Malah Dapat Balasan Sebaliknya dari Jokowi

Dalam malam takbir Lebaran besok, semua petugas diterjunkan untuk mengamankan Surabaya. Bahkan polisi dan TNI akan memback up khusus pengamanan.

"Semua tahu, Surabaya habis mendpaa teror. Nanti masjid besar dan gereja akan menjadi perhatian serius untuk diamankan," kata Eddy.

Baca: Maksudnya Bela Amien Rais yang Sering Kritik Pemerintah, Fahri Hamzah Terdiam Kena Komentar Netizen

Baca: Hina Presiden Jokowi dan Ahok, Begini Perlakuan yang Bakal Diterima Ustaz Alfian Tanjung di Penjara

Di Surabaya total ada 700 gereja. Dari jumlah ini, 95 di antaranya adalah gereja besar. Saat ini tengah berdiam Posko terpadu di Mayjen Sungkono dan darah Lontar.

"Wargs yang tidak mudik diminta untuk mengawasi dan memantau lingkungan mereka. Pemkot juga sudah mengeluarkan edaran agar ketua RT RW memantau pendatang di kampungnya," kata Eddy.

Penulis: Januar Adi Sagita
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help