Pilgub Jatim 2018

VIDEO - Kampanye Tinggal Empat Hari, Khofifah Masih Rajin Turun ke Pasar di Blitar

Masa kampanye untuk calon gubernur dam calon wakil gubernur Jawa Timur menyisakan empat hari ke depan.

TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Masa kampanye untuk calon gubernur dam calon wakil gubernur Jawa Timur menyisakan empat hari ke depan.

Pagi ini, Rabu (20/6/2018), Cagub Jatim Nomor urut 1 Khofifah Indar Parawansa masih menyisakan waktu untuk turun menyapaa masyarakat di pasar tradisional, di Kabupaten Blitar.

Khofifah memilih untuk menyapa para pedagang yang ada di Pasar Lodoyo. Pasar yang tampak rapi dan bersih itu sudah mulai dipadati pedagang dan pembeli usai libur lebaran.

Ketua Umum PP Muslimat NU tersebut memanfaatkan momen untuk untuk bersapa meet the people untuk meminta dukungan dam support tanggal 27 Juni mendatang.

Baca: Kerupuk Ikan Nelayan Kenjeran Jadi Oleh-oleh Khas Surabaya Paling Laris Diburu Saat Arus Balik

"Sisa kampanye ini kita terus jalan, saya masih terus meet the people. Mas Emil juga masih ada agenda di Malang mendampingi Mas AHY, jadi kita terus jalan," ucap Khofifah.

Lebih lanjut, saat di Pasar Lodoyo, Khofifah banyak mendapatkan doa dan restu dari para pedagang di pasar.

Bahkan ada juga yang meyakinkan bahwa dirinya akan mendukung dan memilih Khofifah.

"Insyallah Bu Khofifah menang, saya akan pilih bu Khofifah asal jangan lupa dengn wong cilik ya Bu," kata Pardi, pedagang ketupat.

Saat di pasar Khofifah juga sempat ditanyai soal fatwa fardhu ain yang banyak tersebar di spanduk-spanduk di Blitar.

Khofifah menjelaskan bahwa yang memasang bukan dirinya maupun tim.

Dijelaskan Khofifah bahwa yang memasang adalah orang yang banyak rejeki yang memasangkan spanduk untuk Khofifah di jam yang sama dan bersama-sama di bnyak daerah di Jawa Timur.

Baca: Dapat Petuah dari SBY, Khofifah : Saya Berangkat dari Rakyat Banget

"Padahal kalau kita yang pasang spanduk kampanye semdiri, semalam saja sudah hilang spanduknya. Ini malah ada yang memasangkan di waktu yang sama dan berbarengan, padahal kita masing-masing paslon sudah berpakta intehritas untuk tidak membawa kampanye sara," tegasnya.

Terkait pengembangan pasar tradisional, Khofifah menegaskan bahwa pihaknya bertekad ingin membuat gerakan ayo belanja di pasar tradisional.

Untuk itu ia memiliki program perbaikan infrastruktur lewat CSR, penyediakan agen KUR, dan juga pembangunan gudang warehouse di asar tradisional.

Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help