Lebaran 2018

Jelang Lebaran Ketupat, Harga Ayam di Surabaya Masih Mencekik

Harga ayam di sejumlah pasar di Surabaya masih mencekik dan dikeluhkan pembeli jelang Lebaran Ketupat.

Jelang Lebaran Ketupat, Harga Ayam di Surabaya Masih Mencekik
SURYA/NURAINI FAIQ
Pedagang ayam di Pasar Wonokromo Surabaya saat melayani pembeli sehari menjelang Lebaran Ketupat, Kamis (21/6/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Warga Surabaya mengeluh tetap tingginya harga ayam potong broiler menjelang Lebaran Ketupat yang jatuh, hari Jumat (22/6/2018) besok. Harga daging ayam yang identik dengan sayur ketupat ini masih tetap tinggi.

Harga ayam di Surabaya masih di kisaran Rp 40.000/kg. Hanya turun Rp 2.000 dari harga saat menjelang hingga hari H Lebaran Idul Fitri. 

"Saya kira sudah normal harganya. Masih mahal harga ayam. Kenapa harga ayam mahal ya saat musim ketupat begini," kata Suratmi, satu warga Pulowonokromo yang terpaksa membeli ayam di Pasar Wonokromo Surabaya, Kamis (21/6/2018).

Tidak hanya di mata pembeli dan warga, penjual juga mengeluhkan masih bertahannya harga ayam yang melambung. Pedagang berharap harga ayam kembali normal di kisaran Rp 25.000-Rp 30.000. 

"Kalau mahal begini yang membeli ayam juga kena pengaruh. Kami belum bisa menurunkan harga karena kulakan saya juga mahal," ujar Siti Aminah penjual ayam di Pasar Wonokromo

Ny Ali, pedagang ayam yang lain juga berharap agar harga ayam bisa normal kembali. Perempuan ini mulai berani menjual ayamnya dengan harga Rp 38.000 karena dari agen ayam juga sudah berani menurunkan harga. 

"Musim ketupat begini banyak yang cari ayam. Tapi pembeli saya kebanyakan pelanggan karena punya katering dan Warung nasi. Bukan warga biasa," katanya. 

Situasi tetap tingginya harga ayam di Surabaya ini mengusik anggota Komisi B DPRD Ahmad Zakaria mengecek sendiri kondisi di pasar tradisonal. Dia menemui sejumlah pedagang ayam dan warga pembeli. 

Tetap melonjaknya harga ayam potong sepekan pascalebatan raya Idzul Fitri membuat Zakaria tidak percaya. "Seberapa banyak memang permintaan sehingga stok dikatakan minim sehingga harga ayam tetap melambung," kata Zakaria. 

Wakil rakyat dari PKS ini berharap tidak ada permainan dalam tata kelola penjualan ayam potong. Pemkot sebaiknya harus mengambil kangkah konkrit atas tetap melambungnya harga ayam. 

Sejumlah warga juga resah dan ingin agar harga ayam kembali normal di kisaran maksimal Rp 30.000. "Kalau persoalan pokok adalah pasokan, Pemkot dan Pemprov harua berkoordinasi untuk solusi terbaik atas melambungnya harga ayam," kata Zakaria. 

Pria ini memang Memantau langsung keluhan masyarakat atas naiknya harga ayam potong di pasar Wonokromo Surabaya. Didapati harga ayam masih bertahan di kisaran Rp 40.000.

Belum ada upaya serius Pemkot Surabaya melakukan stabilisasi harga pasar dengan penyediaan stok ayam di pasaran. Saat ini stok ayam dikatakan pedagang terbatas sehingga harga melambung. 

Perlu Intervensi Pemkot Surabaya lewat Disperindag untuk segera mengatasipasi lonjakan harga itu. Operasi pasar dengan menggelar pasar murah ayam tetap tak memberi pengaruh signifikan. Buktinya harga ayam masih tinggi. 

Jika dibiarkan terus menerus harga tetap tinggi, kondisi ini memengaruhi sektor yang kaitannya dengan pedagang makanan. Pemkot dan Pemrov harus berkoordinasi agar stok kembali melimpah sehingga harga ayam bisa stabil. (Surya/Faiq)

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help